SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Meski sudah memasuki waktu penilaian, antusiasme warga dalam menjaga lingkungannya masih sangat tinggi, khususnya untuk menyambut Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2023.
Seperti halnya yang dilakukan oleh warga RW 007, Kompleks Pondok Cilegon Indah (PCI) Blok C, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Tepantau, warga yang didominasi oleh pensiunan berbagai perusahaan ini terlihat sibuk membenahi lingkungan. Ada yang mengecat jalan, membuat gapura, membenahi tanaman di pekarangan rumah, hingga memunguti sampah yang berserakan di jalan.
Diketahui, di RW 007 terdapat enam lingkungan RT yang semuanya ikut sebagai peserta LKBA mewakili Desa Harjatani. Setiap hari, warga rutin gotong royong membersihkan lingkungan.
Ketua RW 007, Suparto mengatakan, karena sebagian besar warga merupakan pensiunan, setiap hari rutin gotong royong membersihkan lingkungan.
“Jadi kekompakan dan partisipasi masyarakat terhadap lingkungan sangat besar,” katanya, Senin, 28 Agustus 2023.
Ia menjelaskan, di lingkungannya terdapat Taman Bermain Anak, jogging track, budi daya ikan, taman pemakaman, hingga aula tempat berkumpul atau musyawarah warga.
“Kebersihan lingkungannya selalu terjaga, per bulannya warga iuran Rp 20 ribu untuk biaya kebersihan,” jelasnya.
Selain itu, untuk penataan LKBA ini, kata Suparto, warga di setiap RT bebas menentukan iuran dan penataan sesuai kreativitas masing-masing.
“Jadi semuanya berpartisipasi, bergerak bersama gotong royong,” tuturnya.
Bahkan, kata Suparto, kegiatan sistem keamanan lingkungan pun berjalan dengan baik, sudah terjadwal, dan diagendakan dengan baik.
Kepala Desa Harjatani, Sofan menambahkan, untuk LKBA tahun ini pihaknya memilih warga di PCI Blok C, RW 007, sebagai perwakilan Desa Harjatani karena warganya memiliki kekompakan dalam berbagai hal.
“Memang di RW 007 PCI mah warganya kompak, kalau ada kegiatan apa pun selalu solid,” tambahnya.
Sofan optimistis, pada penilaian LKBA nanti, poin penilaian partisipasi warga akan dapat lebih besar. Soalnya, kata Sofan, warga termasuk ibu-ibu ikut mengecat siang dan malam.
“Partisipasi masyarakatnya luar biasa,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











