LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kebutuhan konsumsi beras untuk penduduk Kabupaten Lebak per kapita per tahun sebesar 101,6 kg. Karena itu, Dinas Pertanian (Distan) Lebak menyatakan ketahanan pangan di Kabupaten Lebak relatif aman dan tidak terjadi kelangkaan beras hingga akhir tahun 2023.
Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan, meskipun Lebak dilanda kemarau berkepanjangan sejak Juni 2023 yang menyebabkan ratusan hektare lahan area sawah mengalami kekeringan, namun tidak membuat produksi padi di Lebak defisit.
“Insya Allah untuk kebutuhan beras cukup aman sampai akhir tahun. Sampai dengan bulan Juli 2023 produksi padi di Kabupaten Lebak sebanyak 422.522 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 221.850 ton beras. Produksi ini masih surplus 11 bulan bila kebutuhan beras per kapita per tahun sebesar 101,6 kg,” kata Kepala Distan Lebak Rahmat, Kamis, 31 Agustus 2023.
Rahmat mengatakan, produksi pangan di Kabupaten Lebak selama ini di atas rata-rata nasional. Untuk memenuhi ketahanan pangan pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi gabah karena Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.
“Kami juga berharap petugas penyuluh lapang (PPL) pertanian terus membantu petani untuk mendongkrak produksi pangan,” tukasnya.
Dia menambahkan, dengan kondisi terus mengalami peningkatan alias surplus setiap tahunnya, pihaknya yakin Lebak dapat menjadi pemasok beras bagi wilayah DKI Jakarta.
Hapidi, petani di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, mengaku masih bisa panen padi cukup baik setiap tahunnya, termasuk dampak dari El Nino. Karena pihaknya mengikuti intruksi dari Distan Lebak untuk melakukan percepatan tanam pada Mei 2023.
“Kami mengikuti arahan dari Distan untuk percepatan tanam padi. Karenanya di musim kemarau ini kami tak berdampak,” kata Hapidi.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











