SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Meski jauh dari pusat Kota dan harus menyebrangi laut terlebih dahulu, penataan yang dilakukan oleh warga Desa Pulopanjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang dalam mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) 2023 sangat mengesankan bagi tim juri.
Tim juri 13 yang terdiri dari kepala bidang penanggulangan bencana pertanian Mulyadi, dari unsur kepolisian IPDA Hendar dan penggerak swadaya masyarakat muda pada DPMD Kabupaten Serang Achmad Suhendar dibuat takjub dengan penyambutan dan kondisi lingkungan yang ada di sekitar.
Pada tahun ini pemerintah Desa Pulopanjang menunjuk kampung Pasir Putih sebagai peserta LKBA.
Salah seorang tim juri Achmad Suhendar menilai jika penataan yang dilakukan oleh masyarakat sangat bagus dan antusiasme warga juga sangat amat luar biasa dalam LKBA tahun ini.
“Kalau menurut saya bagus ya, dalam keterbatasan secara geografis mereka rasanya memang jauh dibanding dengan rekan-rekan kita yang di darat. Mungkin yang di darat banyak yang bagus, tetapi tidak apple to apple dengan saudara yang di laut,” jelasnya.
Dengan keterbatasan yang ada, mereka justru dapat menata taman belajar, ruang belajar, taman bermain anak dan lain sebagainya.
“Kesadaran mereka terhadap lingkungan laut juga sangat tinggi. Kaitannya dengan LKBA kondisi yang cukup bersih, dikelola dengan baik, mereka juga memiliki taman baca yang hidup,” jelasnya.
Selain itu, terdapat juga rintisan bank sampah yang tentunya sangat menginspirasi bagi masyarakat-masyarakat yang dekat dengan pusat kota.
“Masyarakat di sana sudah terbiasa dikirimi sampah, jadi mereka biasa mengumpulkan barang-barang yang bisa dijual kembali. Jadi sampah dikumpulkan ada pengepulnya dan nanti dijual,” imbuhnya.
Meski membutuhkan waktu yang cukup panjang menuju ke lokasi, ia mengaku sangat puas dengan penyambutan dan penataan yang ada di sana. Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga lingkungannya.
“Walaupun kondisi geografis mereka kesulitan akses, jangan patah semangat, jangan merasa tertinggal. Justru itu yang spesial, dia bisa menjadi permata di antara rimbunnya pepohonan yang ada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani











