LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kesulitan mencari air bersih sangat dirasakan bagi masyarakat di Kampung Cibuah Lebak, Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung.
Kondisi kekeringan dampak dari Fenomena El Nino mengakibatkan krisis air bersih yang hampir dialami oleh setiap masyarakat.
Warga Kampung Cibuah Lebak, Apendi (54), mengatakan kondisi tersebut sudah tiga bulan karena air bersih di kampungnya kering.
“Jadi tos te aya pisan (sudah tidak ada airnya),” katanya saat berada di rumahnya, Rabu, 6 September 2023.
Diungkapkan Apendi, biasanya air bersih yang ada di sumur timba rumahnya ada, namun saat ini kondisinya kering. Tidak ada sama sekali airnya.
“Jadi saya biasanya ambil air dari sumur sawah, harus antre dari jam tiga pagi, kalo jam tujuh udah gak ada, udah tinggal lumpur doang,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut semua warga harus mengambil air dari sumur sawah yang di buat oleh warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Tak jarang warga juga harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan air bersih lagi, karena kekeringan yang cukup parah di wilayah Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung.
Hal yang sama yang sama, diungkapkan Maryati, yang kesulitan mencari air bersih padahal di rumahnya sudah ada sumur bor.
“Walau ada sumur bor juga tetep kering, gak ada airnya sama sekali. Jadi kita harus nunggu dulu sekitar dua jam untuk keluar airnya,” katanya.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Maryati menyebutkan terkadang harus membeli air galon Rp 4.000, per galonnya.
“Jadi mau gimana lagi ya karena keadaannya kaya gini,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat ada 20 kecamatan dan 48 desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lebak. Bahkan saat ini kekeringan di Lebak sudah ditetapkan menjadi status darurat kekeringan oleh Pemkab Lebak.
Reporter : Nurandi
Editor : Aas Arbi











