CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon bakal dilengkapi koneksi internet WiFi guna menunjang pedagang menjual secara online serta untuk memudahkan konsumen, seperti pemesanan transportasi online ketika berada di pasar.
Fasilitas tersebut diberikan Pemkot Cilegon melalui Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik Kota Cilegon atas permintaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon.
Pemasangan koneksi internet WiFi rencananya bakal dipasang sebanyak 4 titik di fasilitas publik dengan kecepatan 20 Mbps dengan jangkauan radius 20 meter.
Kepala UPTD Pasar Baru Kranggot, Dani Rahmat mengaku senang Pasar Baru Kranggot bisa mendapatkan fasilitas koneksi internet Wi-Fi.
Hal tersebut akan memudahkan mobilitas pedagang dalam menjual dagangan di media sosial atau platform lainnya. Selain itu, ini juga menguntungkan bagi konsumen yang akan berbelanja di Pasar Kranggot.
“Satu hal sebenarnya Wi-Fi tersebut bisa digunakan pedagang untuk menjual secara online jadi ada online tapi ini juga bukan hanya pedagang tapi memberikan kemudahan para konsumen juga kaya seperti mau melaksanakan pemesanan gojek dan sebagainya kan bisa di lakukan itu,” ujar Dani.
Kendati demikian, Dani berharap, ada penambahan titik-titik area yang tersambung koneksi internet Wi-Fi agar merata di Pasar Baru Kranggot.
“Saya berharap karena keterbatasan Wi-Fi ini bukan hanya 4 titik saja karena kita tahu area kranggot ini sangat luas yakni 4,91 hektare,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aptika pada Diskominfo Kota Cilegon Tubagus Sofat mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyurvei lokasi yang akan di pasang koneksi internet pada 13 November 2023 lalu.
“Permohonan sebenarnya 7 tapi baru kita backup 4, kalau jangkauan standar koneksinya 15 sampai 20 meter karena untuk memenuhi area publik saja,” kata Sofat.
Sofat menjelaskan penempatan koneksi internet WiFi di area publik pasar bukan tanpa maksud melainkan untuk menghindari rasa kepemilikan WiFi jika di tempatkan persis di depan salah satu toko.
“Makanya saya pesan ke kepala pasar jangan persis di toko ataupun warung orang takut nanti merasa memiliki dan bisa jadi warung warung sebelahnya juga pengen dan lain sebagainya,” ungkap Sofat.
“Jadi itu salah satunya mengarahkan titik area publik misal di terminalnya ya memang titik yang pantes di area publik sih,” sambungnya. (ADV)











