CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Aksi unjuk rasa mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Selasa 28 April 2026, sempat diwarnai kericuhan.
Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon awalnya menggelar aksi damai dengan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, turut hadir di lokasi untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.
Namun, situasi mulai memanas saat massa aksi membakar ban di tengah jalan protokol sebagai bentuk protes.
Aparat kepolisian yang berada di lokasi berupaya memadamkan api demi menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Namun, upaya tersebut mendapat penolakan dari massa aksi hingga memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat.
Kericuhan pun tak terhindarkan, meski situasi berangsur kondusif setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh aparat dan masa aksi kembali melanjutkan orasi dilapangan.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Dito Adrian, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat Cilegon di tengah peringatan hari jadi kota.
“Di usia ke-27 ini, kami melihat masyarakat Cilegon masih menghadapi berbagai persoalan. Ada tiga hal yang menjadi sorotan kami, yaitu ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengangguran,” ujarnya.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan menjadi lingkaran yang sulit diputus. Ia menilai, persoalan utama terletak pada minimnya ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Banyak masyarakat Cilegon, khususnya anak muda, hanya sampai pendidikan SMA. Setelah itu mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.
Dito juga menyoroti masih banyaknya tenaga kerja dari luar daerah yang bekerja di Cilegon, sementara masyarakat lokal belum sepenuhnya terserap.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi konkret, khususnya dalam membuka akses lapangan kerja dan memberikan arah yang jelas bagi lulusan pendidikan di Kota Cilegon.
Editor: Bayu Mulyana











