LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kekeringan area pesawahan di Kabupaten Lebak terus meluas. Hingga saat ini lahan sawah yang terkena kekeringan seluas 266 hektare (Ha)
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat melakukan monitoring kekeringan di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak dan Desa Kolelet Wetan
Kecamatan Rangkasbitung, Sabtu, 9 September 2023.
Pada kesempatan tersebut Rahmat menyampaikan bantuan pompa dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Banten.
“Kami berharap bantuan pompa tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Dampak El Nino di Kabupaten Lebak telah mengakibatkan bencana kekeringan di sejumlah areal persawahan,” kata Rahmat.
Sampai saat ini berdasarkan data yang diterima, lahan sawah yang terkena kekeringan seluas 266 hektare.
“Beberapa upaya telah dilakukan di antaranya melalui pompanisasi. Monitoring harus terus dilakukan oleh PPL dan POPT mengingat El Nino ini diprediksi akan berlangsung sampai Oktober mendatang,” kata Rahmat, Minggu 10 September 2023.
Sampai dengan Juli 2023, lanjut dia, produksi padi di Kabupaten Lebak sebanyak 422.522 ton gabah kering panen (GKP) atau setara 221.850 ton beras.
“Apabila kebutuhan beras per kapita per tahun sebesar 101,6 kg, produksi beras tersebut masih surplus selama 11 bulan,” katanya.
Sekda Lebak Budi Santoso mengatakan guna mengantisipasi kekeringan di areal pesawahan, Pemkab Lebak melakukan antisipasi dengan memaksimalkan pompa air di daerah rawan kekeringan.
Selain itu, Distan mengoptimalkan peran kelompok tani dalam teknis pembagian dan pengaturan pengairan irigasi pada musim kemarau.
Kata dia, Pemkab Lebak mengoptimalkan pompanisasi untuk mengatasi kekeringan sehingga tanaman padi bisa diselamatkan untuk menghasilkan produksi pangan masyarakat di daerah itu.
Menurut dia, pengoptimalan pompanisasi itu dilakukan terhadap petani yang memiliki daerah aliran sungai (DAS), di antaranya Sungai Ciujung, Ciberang, Cisimeut, Cilangkahan, dan Cimadur.
Air permukaan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan persawahan guna penyelamatan tanam padi yang terjadi kekeringan.
“Kami mengoptimalkan pompanisasi pada petani hingga jumlahnya mencapai ratusan unit agar menyedot air dari daerah aliran sungai atau embun,” ujar kepala BPBD Lebak ini.
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi











