LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino bukan hanya mengakibatkan kemarau dan krisis air bersih. Dampak tersebut juga dirasakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak yang harus menyiram tanaman setiap hari karena kekeringan yang terjadi dalam tiga bulan terakhir.
DLH Kabupaten Lebak yang biasa melakukan penyiraman dua minggu sekali, saat ini harus melakukan penyiraman tanaman setiap hari di 38 titik taman yang ada di Kota Rangkasbitung. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tanaman yang kekeringan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan, DLH Kabuoaten Lebak, Dasep Novian mengatakan, saat ini pihaknya cukup kewalahan dan terus melakukan upaya dengan menyiram tanaman setiap hari.
“Untuk waktu penyiraman dilakukan dari pagi sampe sore, dan bisa menghabiskan dua tangki air atau 10 ribu liter. Penyiraman dilakukan pada 38 titik taman dan ruang terbuka hijau di Kota Rangkasbitung,” katanya, Selasa, 12 September 2023.
Dijelaskan Dasep, keadaan tersebut karena cuaca saat ini yang cukup panas dari pagi hingga sore hari, yang mengakibatkan taman dan ruang terbuka hijau di Kota Rangkasbitung kekeringan.
“Rentang waktu juga dari pagi sampe sore memang cukup panas. Dengan penyiraman setiap hari akan membantu tanaman tetap hidup dan taman tetap hijau,” jelasnya.
Kekeringan tersebut juga membuat rumput di Alun-Alun Rangkasbitung mengering.
Taman Keong, Bundaran Mandala, Taman Hati mengalami hal yang sama, rumputnya mengering.
Saat ini, area terbuka hijau yang sering digunakan untuk aktivitas masyarakat yakni Alun-Alun Rangkasbitung, Taman Hati, dan Taman Salahaur.
Dasep menuturkan, minimnya armada mobil tangki yang mengakibatkan pihaknya kewalahan karena hanya memiliki satu mobil tangki yang harus menyiram 38 titik lokasi taman.
“Cukup kewalahan, karena kita baru punya satu mobil. Jadi bisa sampe sore untuk melakukan penyiraman taman dan tanaman yang hias pada jalan,” tuturnya.
Ditambahkannya, memang keadaan tanaman tidak langsung mati, hanya layu. Tetapi jika hal tersebut dibiarkan, maka akan mengakibatkan tanam tersebut menjadi mati.
“Dengan penyiraman secara bertahap setiap pagi tentunya mampu menjadikan tanaman tetap hidup, dan ruang terbuka hijau tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Priwandono











