SERANG, RADRABANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air Sungai Ciujung. Pengjuian ini guna mengetahui kualitas air subgai dan memastikan penyebab menghitamnya Sungai Ciujung.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, DLH Kabupaten Serang, Muas Sisul Haq mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengambilan sempel air di empat titik mulai dari hulu sampai dengan hilir Sungai Ciujung.
“Di Sungai Ciujung melakukan pengambilan sempel di empat titik, yaitu titik Cikeusal, jembatan Kragilan, Ragas Masigit Carenang dan Jongjing Tirtayasa. Itu di hulu sampai hilir, baik di titik sebelum industri maupun setelah industri,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 12 September 2023.
Pada pengujian yang dilakukan di empat titik tersebut, pihaknya melakukan pengujian untuk dua parameter secara fisika maupun secara kimia.
“Kalau untuk fisiknya kan warnanya saja, tetapi untuk kimianya juga kita uji biar lebih utuh. Kita baru bisa mengatakan kalau sudah semua diuji parameternya. Kan air itu parameternya fisika atau kimia jadi kita ga bisa atas dasar pengamatan fisika saja,” tegasnya.
“Bisa jadi secara fisika warnanya baik, bening tetapi setelah diuji kadar kimianya lebih berbahaya, malah menyesatkan kan data dan interpretasinya,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya sampai dengan saat ini masih menunggu hasil uji lab dari pengambilan sempel tersebut dan belum mengetahui pasti penyebab menghitamnya Sungai Ciujung.
“Itu sekarang masih diuji di lab, belum keluar. Katanya hari Jumat keluar. Karena proses uji labnya 10 hari, secara teknis tidak bisa dipercepat,” jelasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











