SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali proyeksikan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD tahun 2024 menjadi defisit.
Sebelumnya, pada APBD Tahun 2023 juga Pemkot Serang memproyeksikan dengan model defisit senilai Rp 130 miliar dan sempat dipersoalkan oleh DPRD Kota Serang.
Diketahui, proyeksi APBD dengan model defisit tersebut lantaran ada selisih antara pendapatan dan belanja daerah.
Pada APBD 2024, proyeksi pendapatan daerah hanya mencapai Rp 1,311 triliun, sementara untuk belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,398 triliun. Dari hasil tersebut, ditemukan defisit sekitar Rp 87 miliar.
Ada beberapa konsekuensi yang nantinya harus dijalankan, apabila Pemkot Serang kembali melakukan model defisit kembali di APBD 2024.
Salah satunya adalah gagal cair atau penundaan tambahan penghasilan pegawai (TPP) seperti yang terjadi pada APBD perubahan 2023, BPKAD menunda TPP hingga awal tahun depan.
Pasalnya, APBD Perubahan 2023 akan difokuskan untuk menutupi defisit anggaran sekitar Rp 130 miliar
“APBD 2024 diproyeksikan, pendapatan daerah 1,3 triliun, belanja daerah Rp 1,398 triliun. Ini defisit menurun dari tahun kemarin (APBD 2023) Rp 130 miliar. Kalau tahun ini defisitnya Rp 87 miliar,” ujar Walikota Serang Syafrudin, usai penyampaian Raperda APBD 2024 di Gedung DPRD Kota Serang, Kamis, 15 September 2023.
Sementara Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Imam Rana Hardiana mengatakan, Pemkot Serang masih mempunyai visi misi Walikota dan Wakil Walikota Serang yang harus diselesaikan.
“Setiap penyusunan anggaran, kita itu ada mandatori yang diminta oleh Pemerintah Pusat. Kemudian kita juga punya visi misi yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi












