PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Gedung Makodim 0601 Pandeglang, yang terletak di Jl. Pendidikan, Desa Kebon Cau, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyimpan kisah menarik masa lalu.
Sebagaimana dikuti oleh RADARBANTEN.CO.ID dari website kebudayaan.kemdikbud.go.id bangunan ini berbatasan dengan asrama prajurit dan bekas Kantor Pegadaian di bagian utara, Jl. Pendidikan dan Kantor DPRD Kabupaten Pandeglang di selatan, Jl. Ahmad Yani di timur, serta Jl. Letnan Bolang di barat. Senin September 2023.
Kompleks Makodim Pandeglang mencakup area seluas ± 4.740 m² dan terdiri dari berbagai bangunan yang mendukung kegiatan sehari-hari dan tugas personil Makodim Pandeglang, seperti bangunan induk, Gudang peluru, kantor jaga, mushola, gardu jaga, bengkel, rumah dinas, dan lapangan tenis.
Dalam kompleks ini, hanya dua bangunan yang merupakan peninggalan masa kolonial, yaitu bangunan sekretariat komandan Kodim (bangunan utama Makodim) dan bangunan gudang senjata atau mesiu yang terletak di sebelah timur bangunan utama Makodim. Sementara bangunan lainnya adalah konstruksi baru yang dibangun setelah kemerdekaan.
Bangunan utama Makodim memiliki luas sekitar 800 m2, berdiri 75 cm di atas tanah, dan memiliki denah utama berbentuk empat persegi panjang dengan teras di sisi depan dan belakang. Penggunaan pintu dan jendela yang tinggi dan besar memberikan kesan simetris dan kokoh pada bangunan ini.
Kompleks bangunan ini juga menghadap utara-selatan dengan teras di bagian depan yang memiliki empat tiang kolom berjajar. Di dalam bangunan, terdapat pembagian ruang yang simetris, dengan tiga ruang di sayap barat dan empat ruangan di sayap timur. Ruangan ini dipisahkan oleh aula besar yang memanjang dari selatan ke utara, dengan sebuah podium di ujungnya. Lantai aula ini memiliki motif berbentuk bunga.
Pada masa sebelum kemerdekaan, bangunan Makodim memiliki sejarah yang beragam, mulai dari menjadi rumah Asisten Residen Banten untuk Distrik Pandeglang, markas Tentara Belanda, hingga pangkalan militer Jepang selama pendudukan.
Setelah kemerdekaan, bangunan ini pernah digunakan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat dan Partai Komunis Indonesia sebelum akhirnya menjadi Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kabupaten Pandeglang hingga saat ini. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











