• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Tangerang

PHK Besar-Besaran di Tangsel Karena Pengusaha Merelokasi Bisnis ke Wilayah Dengan Upah Rendah

Syaiful Adha by Syaiful Adha
Jumat, 13 Oktober 2023 08:08
in Tangerang, Utama
PHK Besar-Besaran di Tangsel Karena Pengusaha Merelokasi Bisnis ke Wilayah Dengan Upah Rendah

Foto Ilustrasi: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat meninjau pabrik sepatu PT Pratama Abadi Industri di Tangerang Selatan, 13 September 2022. Kunjungan Menteri Perdagangan ini untuk menyaksikan pelepasan ekspor sepatu tujuan Belanda.

TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan pengusaha karena pengusaha lebih memilih merelokasi bisnis mereka ke wilayah lain yang upah pekerjanya masih rendah.

Menurut perwakilan pengurus Federasi Serikat Tekstil Sandang dan Kulit, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSTSK-SPSI)
Caska Asmadiprana, alasan klasik pengusaha mem-PHK para pekerjanya adalah karena tidak sanggup memberi upah atau gaji, sehingga pengusaha lebih memilih merelokasi bisnisnya ke wilayah lain yang gaji pekerjanya masih rendah.

RelatedPosts

UMK Tangsel 2027

UMK Tangsel 2027 Belum Jelas, Disnaker Tunggu Formula Penghitungan Upah Minimum Terbaru

Selasa, 27 Oktober 2026 18:57
Kawan Muda 17

Kawan Muda 17 Raih Penghargaan YCAF 2026, Olah Eceng Gondok Jadi Kerajinan

Selasa, 27 Oktober 2026 18:48
Polresta Serang Kota

Polresta Serang Kota Bongkar Jaringan Sabu 8,84 Kilogram, Bandar Asal Malaysia Diburu

Selasa, 27 Oktober 2026 17:37
renovasi SMPN 1 Tangsel 2027

Pemkot Tangsel Rencanakan Renovasi SMPN 1 Tangerang Selatan pada 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 16:30

“Pengusaha banyak merelokasi usahanya ke wilayah yang upahnya lebih rendah, seperti ke Jawa Tengah atau ke Jawa Barat seperti Sukabumi dan Cirebon, terutama wilayah arah timur,” ujar Caska, Rabu,11 Oktober 2023.

Caska mengaku PHK besar-besaran di Tangsel sangat memprihatinkan dan disesalkan. “Terus terang kita prihatin dengan kondisi hari-hari ini. Dengan adanya PHK di Tangsel, berawal dari kondisi perekonomian,” ujar Caska.

Menurut Caska terlepas dari faktor kondisi ekonomi Indonesia yang tengah morat-marit, faktor lain meningkatnya PHK adalah karena UU Ciptaker dan Omnibus Law yang telah disahkan pemerintah.

Menurutnya melalui UU Ciptaker, para pengusaha dengan sangat mudah mem-PHK para pekerjanya.

“Pengusaha memanfaatkan betul kondisi hari-hari ini karena adanya Omnibus Law. Memberikan pelonggaran bagi pengusaha melakukan pemutusan kerja, berkaitan kompensasinya, dan syarat-syarat ketentuan sisa PHK. Dan pada akhirnya kita pekerja menjadi elemen yang gampang dikorbankan dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu Bidang Advokasi DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten Galih Wawan Haryantho mengatakan, informasi PHK besar-besaran di Tangsel sudah terdengar lama, terutama PHK di sektor padat karya. Menurut Wawan, pengaruh PHK dikarenakan pasar Eropa sedang mengalami goncangan kemudian berimbas pada kurangnya produksi.

“Terjadi penurunan order, sehingga terjadi PHK,” jelas Wawan. Menurut Wawan, pengusaha padat karya lebih memilih merelokasi usahanya ke wilayah yang upah pekerjanya jauh lebih murah.

“Hitung-hitungannya, cash flow-nya di Tangsel tinggi, perbandingannya upah 1 orang pekerja di Tangsel, bisa membayar upah 3 pekerja di wilayah lain, membuat perusahaan berani ekspansi dan pindah, walaupun dari segi modal besar, tapi pengusaha kan berpikir jangka panjang,” ujarnya.

Wawan berharap pengusaha yang berniat mem-PHK pekerjanya tetap mengacu pada Undang-Undang yang berlaku agar tidak merugikan pekerjanya. Ia juga meminta pemerintah berkewajiban menekan angka PHK dengan mencarikan lapangan pekerjaan baru.

Sebelumnya diberitakan, terjadi PHK besar-besaran di Tangsel. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel menerima laporan sudah ada 4.500 orang pekerja di Tangsel telah di PHK.

Sekretaris Disnaker Tangsel Yahya Sutaemi mengatakan, pihaknya telah menerima banyak laporan perusahaan telah melalukan PHK para pekerjanya. Tercatat sudah 4.500 orang pekerja di PHK, itupun baru sampai bulan September 2023.

“Setiap hari ada terus laporan PHK ke kita, sekarang sudah 4.500, itu sampai September,” ujar Yahya, Selasa 10 Oktober 2023.

Yahya mengatakan, PHK besar-besaran tersebut dilakukan ratusan perusahaan. “Jadi 4.500 orang pekerja yang di PHK itu dilakukan oleh ratusan perusahaan. Satu perusahaan mem-PHK 2 sampai puluhan orang tiap harinya,” jelasnya.

Menurut Yahya, alasan besar perusahaan di Tangsel mem-PHK pekerjanya karena adanya efisiensi dan tantangan global yang semakin berat di tahun depan. “Sehingga mereka (para perusahaan-red) mau tidak mau melakukan efisiensi dan ditengah tantangan global di tahun depan sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi, kasus PHK diprediksi akan terus terjadi hingga tahun depan. “Kalau dilihat situasinya saat ini akan terus ada PHK sampai tahun ini,” jelas Yahya.

Disnaker Tangsel sendiri sambung Yahya telah membuka posko pengaduan bagi pekerja yang di-PHK, guna dilakukan mediasi terkait hak-hak pekerja yang harus dipenuhi perusahaan. “Kita menampung laporan persoalan pekerja, kita mediasi, kita identifikasi agar hak-hak pekerja dapat diterima,” ujarnya.

Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi

Tags: BPJS KetenagakerjaanBuruhDisnaker TangselKetenagakerjaanPHKPHK MasalSerikat Buruhserikat pekerjaUMKUMR
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemkab Pandeglang Cari Solusi Atasi Anak Putus Sekolah

Next Post

Harga Beras Naik, Pemprov Banten Bakal Sebar Beras Murah

Next Post
Ini Penyebab Harga Beras Masih Tinggi di Kabupaten Serang

Harga Beras Naik, Pemprov Banten Bakal Sebar Beras Murah

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Polresta Tangerang

Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri

Senin, 26 Oktober 2026 15:42
Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Senin, 26 Oktober 2026 11:38
Operasi patuh maung 2026

Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Sasar Jalan Dekat Puspemkab Tangerang

Senin, 26 Oktober 2026 17:47
Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Harry Kane Sabet Ballon d’Or 2026 Singkirkan Mbape, Yamal Hingga Messi

Selasa, 27 Oktober 2026 10:14
Subadri Ushuludin

Subadri Disorot, Kuasa Hukum PPP Banten Singgung Etika Usai Pemberhentian

Senin, 26 Oktober 2026 17:41
Operasi Patuh Maung

Polda Banten Mulai Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Ini Sasarannya

Senin, 26 Oktober 2026 14:35

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pengawasan MBLB

Cegah Kebocoran Pajak Tambang, Pemkab Serang Gandeng KSOP Kelas I Banten

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 27 Oktober 2026 19:02
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggandeng Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten untuk memperketat pengawasan...

UMK Tangsel 2027

UMK Tangsel 2027 Belum Jelas, Disnaker Tunggu Formula Penghitungan Upah Minimum Terbaru

by Syaiful Adha
Selasa, 27 Oktober 2026 18:57
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Besaran kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2027 belum dapat dipastikan. Dinas Ketenagakerjaan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.