CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Muhriji, mengakui jika pihaknya memiliki keterbatasan berupa alat berat untuk menangani sampah yang memenuhi aliran kali atau saluran irigasi.
Pernyataan tersebut dilontarkan terkait permintaan warga Lingkungan Medaksa, RT 02 RW 01, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, agar aliran Sungai Medaksa dikeruk karena dipenuhi sampah.
Warga mengeluhkan aliran Sungai Medaksa yang dipenuhi sampah, yang dikhawatirkan rumah-rumah warga setempat akan kembali diterjang banjir ketika musim hujan tiba.
Menyikapi persoalan itu, Muhriji mengatakan, pihaknya akan melibatkan OPD terkait untuk mengangkut sampah dan mengeruk pendangkalan aliran Sungai Medaksa dengan alat berat.
Pasalnya, DLH Kota Cilegon masih kesulitan menangani penumpukan sampah yang berlebihan karena membutuhkan alat berat untuk mengeksekusinya.
Sampai saat ini, DLH Kota Cilegon belum memiliki alat berat yang menunjang percepatan penanganan sampah liar yang ada di seluruh wilayah Kota Cilegon.
Muhriji menyampaikan, selama ini jika mengangkut sampah yang membutuhkan alat berat, pihaknya selalu meminta bantuan DPUTR Kota Cilegon.
“Kalau sudah berbicara pendangkalan pasti ada pengerukan, sementara kita tidak mempunyai infrastrukturnya, kaitan sampah di Kali Medaksa itu memang jadi perhatian kita juga melibatkan OPD terkait,” kata Muhriji, Senin, 16 Oktober 2023.
“Kalaupun tidak ada tindak lanjut dari OPD itu, ya kita eksekusi semampu kita, insya Allah di minggu-minggu ini lah untuk mengantisipasi terjadi banjir,” imbuh Muhriji.
Ia meminta agar Pemerintah Daerah dapat mengadakan berupa alat berat untuk menunjang percepatan penanganan sampah, khususnya di aliran sungai.
“Seperti saat ini kan jika punya alat sendiri bisa langsung eksekusi sendiri, tidak perlu lagi koordinasi dengan OPD lain, jadi kelamaan birokrasinya,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di aliran sungai. Karena bukan hanya dapat mencemari lingkungan saja, sampah juga bisa jadi penyebab banjir. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono












