LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mengingatkan warga untuk mewaspadai bencana peralihan musim, yakni puting beliung, banjir, dan tanah longsor pada akhir tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama. Ia mengatakan, untuk warga Kabupaten Lebak tetap waspada karena saat ini sudah memasuki peralihan musim.
“Kita ketahui sendiri, pada peralihan musim ini warga harus mewaspadai bencana tanah longsor, angin puting beliung, dan banjir karena sudah memasuki musim hujan,” katanya, Minggu, 22 Oktober 2023.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Oktober ini akan terjadi hujan dan puncak hujan akan terjadi pada November 2023.
Lebak merupakan wilayah yang sering diterpa bencana seperti tanah longsor, banjir, dan puting beliung. Bencana tersebut hampir terjadi di seluruh wilayah Lebak yang didominasi oleh bukit dan pegunungan.
Diungkapkan Febby, untuk hujan yang terjadi saat ini di wilayah Kabupaten Lebak, belum menyeluruh dan hanya sebagian wilayah Lebak yang baru terjadi hujan.
“Untuk hujan, baru terjadi pada wilayah Lebak Utara. Seperti wilayah Rangkasbitung, Warunggunung, Kalanganyar, Cibadak dan sekitarnya,” ungkapnya.
Untuk mewaspadainya, BPBD Lebak saat ini telah menurunkan 28 relawan yang ada di setiap kecamatan untuk memberikan imbauan kepada warga.
“Jadi untuk warga untuk tetap waspada, terutama yang berada pada wilayah yang rawan bencana seperti tanah longsor dan banjir,” ujarnya.
Warga Rangkasbitung, Amin menyebutkan, hujan yang terjadi di Rangkasbitung sering mengakibatkan banjir pada beberapa pemukiman warga.
“Sering merendam rumah warga dan jalan, mungkin kalau di jalan penyebabnya karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik,” pungkasnya.
Seperti pada Jumat, 20 Oktober 2023, wilayah Utara Lebak tepatnya Kota Rangkasbitung dan sekitarnya dilanda hujan yang cukup deras. Wilayah Rangkasbitung sempat tergenang air pada beberapa titik jalan. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











