CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon berupaya melayani masyarakat yang memiliki gangguan kejiwaan. Hal tersebut dilakukan mengingat jumlah penderita gangguan jiwa di Kota Cilegon pada tahun 2023 mencapai sebanyak 548 jiwa.
“Tahun ini sasaran kita 596 jiwa, tapi yang baru terlayani 548 jiwa atau 91.95 persen,” kata Kepala Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perorangan pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo saat dihubungi Radar Banten, Rabu 25 Oktober 2023.
Untuk menanggulangi hal tersebut, lanjut Febri, Dinas Kesehatan Kota Cilegon membuka pelayanan kesehatan mental atau gangguan jiwa secara gratis di setiap puskesmas.
“Untuk pelayanan jiwa di puskesmas itu sudah berjalan ada pemegang program jiwa di tiap puskesmas,” kata Febri.
Dalam pengobatannya, ujar Febri, pihaknya menyediakan dokter spesialis jiwa dan menggandeng persatuan spesialis jiwa Banten. Adapun pelayanan di kesehatan yang diberikan seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ringan, sedang, dan berat.
“Setiap bulan ada pelayanan dari dokter spesialis jiwa kita ada kerja sama dengan persatuan spesialis jiwa Banten. Jadi dia keliling di kecamatan-kecamatan ada jadwalnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Febri menyebut dari jumlah 548 orang yang mengalami gangguan jiwa, diantaranya terdiri dari laki-laki 375 dan perempuan 173. Sedangkan di tahun lalu jumlah yang mengalami gangguan jiwa sebanyak 694 yang terdiri laki-laki 474 dan perempuan 220 jiwa.
“Hampir yang mengalami gangguan jiwa ini mayoritas dialami usia produktif dan mayoritas laki-laki,” jelasnya.
Febri menjelaskan, faktor penyebab dari gangguan kesehatan jiwa yakni mulai dari depresi, masalah keluarga, ekonomi, masalah penggunaaan narkoba hingga putus cinta.
“Yang jelas dia sudah proses pengobatan supaya tidak ada diskriminatif dan menimbulkan kepercayaan dari pasien,” ungkapnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Abdul Rozak











