SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Serang menempati urutan pertama se-Provinsi Banten. Hal tersebut berdasarkan rilis hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang dilakukan pada Agustus 2023.
BPS Provinsi Banten menyebut, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Serang mencapai 9,94 persen. Disusul oleh Kabupaten Pandeglang sebesar 9,05 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 7,58 persen.
Apabila dibandingkan dengan data hasil survei BPS pada tahun 2022, terdapat sedikit penurunan mengenai data TPT. Pada Agustus 2022, TPT sebesar 10,61 persen atau mengalami penurunan sebanyak 0,61 persen.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya sudah sering berdiskusi dengan BPS untuk membahas mengapa Kabupaten Serang miliki kasus pengangguran yang tinggi di Banten.
“Memang kecenderungannya menurut BPS karena daerah industri itu menjadi tujuan pencari kerja. Jadi memang seperti itu kecenderungannya kalau ada daerah industri. Kasarnya di mana ada gula, di situ ada semut,” katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Serang, Selasa, 7 November 2023.
Ia mengatakan, jika rumus penghitungan dari BPS tidak hanya menyasar warga Kabupaten Serang saja, melainkan juga menyasar orang-orang yang tidak ber-KTP Kabupaten Serang tapi sudah bertahan selama kurang lebih enam bulan.
Hal itulah yang kemudian membuat angka pengangguran di Kabupaten Serang tertinggi di Banten.
“Ketika pencaker dari luar Kabupaten Serang masuk, dia bisa bertahan di sini lebih dari enam bulan, dan belum mendapatkan pekerjaan itu masuk ke kategori pengangguran di Kabupaten Serang jadi bukan berdasarkan KTP. Itu rumusnya BPS,” jelasnya.
Semula, lanjut Tatu, pihaknya pun sempat heran mengapa kondisi tersebut hanya terjadi di Kabupaten Serang saja, sementara di kawasan industri lainnya seperti Kabupaten Tangerang dan Cilegon tidak demikian.
“Setelah ditelusuri di Kabupaten Serang ini untuk biaya hidup cenderung lebih rendah dari Kabupaten Tangerang, dan daerah lain yang punya daerah industri. Sehingga untuk bertahan lama di Kabupaten Serang sangat memungkinkan para pencari kerja yang belum punya pekerjaan dia menetap di sini bertahan. Pas di sensus masuk pengangguran,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk menurunkan jumlah pengangguran di Kabupaten Serang dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada seperti sektor perikanan dan lain sebagainya.
Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya untuk memastikan jurusan-jurusan di SMK yang ada di Kabupaten Serang sudah sesuai dengan kebutuhan industri.
“Karena upaya kita itu membuka lapangan pekerjaan, karena tadi perikanan mempunyai potensi dari geografis tinggal kita maksimalkan. Kita juga berusaha terus dengan segala upaya, dinas Tenaga kerja dengan membuat program yang link and match antara SMK dengan industri terus kita upayakan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











