PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID –Warga Kampung Cidenggung, Desa Menes, Kecamatan Menes merasa resah dengan kehadiran rentenir yang kerap menagih dan menawarkan pinjaman. Tidak sedikit warga yang terjerat pinjaman dan kesulitan membayar cicilan utang.
Nanda Maulana (32), salah satu warga, menyatakan keprihatinannya terhadap rentenir atau bank keliling yang menargetkan ibu-ibu untuk transaksi tanpa sepengetahuan para suaminya.
Ia memperkirakan puluhan ibu-ibu di wilayahnya terjebak rentenir dengan pinjaman antara Rp1 juta hingga Rp 10 juta. Pembayaran cicilan per minggu selama 10-12 bulan dengan bunga tinggi.
Maulana menyaksikan bagaimana para ibu yang berutang sering bersembunyi di sawah atau rumah warga lain agar terhindar dari penagih utang yang datang setiap hari antara pukul 09.00-11.00 WIB.
“Saya paling sering ditanya alamat sama penagih, biasanya datang antara jam 9 pagi hingga 11. Bahkan, ada kejadian mereka datang di malam hari, mengetuk pintu minta ditemani ke rumah ibu-ibu yang berutang dan belum melunasi. Banyak ibu yang bersembunyi di kebun atau meninggalkan tempat tinggal pergi keluar,” ungkap Maulana, Kamis (23/11).
Ia meminta kepada Pemkab Pandeglang untuk menemukan solusi atas masalah itu. Penolakan warga terhadap keberadaan bank keliling itu membuat kondisi kampung tidak kondusif.
“Saya berharap ada tindakan dan solusi dari pemerintah desa dan instansi terkait untuk mengatur agar bank keliling atau bank serupa tidak bisa seenaknya masuk ke wilayah tanpa koordinasi atau izin dari pihak RT/RW,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor : Aas Arbi











