PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapang) Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan bencana banjir di Kabupaten Pandeglang bukan disebabkan alih fungsi lahan pertanian.
Banjir di Kabupaten Pandeglang disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Lebak serta pendangkalan aliran sungai.
“Setiap daerah berkembang dengan pesat mau tidak mau ada pembangunan. Adapun banjir di Pandeglang saat ini bukan disebabkan karena alih fungsi lahan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 6 Desember 2023.
Nasir menjelaskan, terkait kegiatan alih fungsi lahan di Kabupaten Pandeglang saat ini baru dikarenakan ada proyek strategis nasional (PSN). Yaitu proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang.
“Kurang lebih 400 hektare lahan kena proyek jalan tol. Untuk menutupi produksi padi yang kena jalan tol maka ditingkatkan manajemen pola tanam,” katanya.
Pola tanam menggunakan benih padi IP-400 yang tumbuh cepat dan cepat panen. Kurang lebih 2,5 bulan sampai tiga bulan bisa dipanen. Jadi petani dimotivasi dalam manajemen tanam agar bisa panen empat kali dalam satu tahun.
“Dari biasa panen dua, tiga kali menjadi empat kali. Pada tahun 2024 kita akan laksanaknan penanaman benih padi IP-400 seluas 10 ribu hektare,” katanya.
Ketua Forum Relawan Kampung Siaga Bencana Beni Madsira mengatakan, banjir yang langganan melanda Kabupaten Pandeglang ini bukan disebabkan dampak dari alih fungsi lahan.
“Tapi banjir kiriman dari Kabupaten Lebak. Seperti Sungai Cimoyan dan Ciliman hulunya di Kabupaten Lebak,” katanya.
Selain banjir kiriman, banjir terjadi disebabkan aliran sungai mengalami pendangkalan. Khususnya pada muara sungai.
“Karena memang hulunya di Lebak sementara muaranya di Pandeglang. Jadi perlu dilakukan pengerukan sedimen lumpur di aliran sungai mengalami pendangkalan,” katanya.
Editor : Merwanda











