PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang berencana melelang tiga sarana olahraga sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dindikpora Pandeglang, Hasan Bisri, mengungkapkan bahwa tiga sarana olahraga yang telah direvitalisasi dan selesai dalam progresnya, yaitu Graha Pancasila (GP), Stadion Badak Kuranten, dan Stadion Mini Sukarela akan dilelang atau disewakan melalui proses yang akan dilakukan.
“Secara fisik, pembangunan ketiga sarana olahraga tersebut telah selesai, dan sekarang kami akan mengalihkan pengelolaannya kepada pihak ketiga melalui proses lelang,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 13 Desember 2023.
Menurutnya, tujuan dari lelang ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperoleh pendapatan daerah yang lebih baik, mengingat minat masyarakat Pandeglang terhadap olahraga yang sangat tinggi.
“Dalam masyarakat Pandeglang, minat terhadap berbagai jenis olahraga sangat tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun sudah ada minat dari pihak ketiga secara lisan terkait ketiga sarana olahraga tersebut, namun prosesnya harus dilalui sesuai dengan tahapan aplikasi lelang yang berlaku.
“Walaupun minat sudah terlihat secara lisan, namun ada proses yang harus kami lalui, yakni proses aplikasi lelang. Kami melibatkan tim lelang dari BPKAD, ULP, dan tim internal dari Dindikpora Pandeglang,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah APBD 2024.
Dindikpora Kabupaten Pandeglang memiliki target PAD sebesar Rp 600 juta dari ketiga lokasi sarana olahraga tersebut untuk tahun 2024.
“Kami berharap dapat melampaui target ini melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Dindikpora Pandeglang berupaya meningkatkan pelayanan olahraga serta mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi penggunaan sarana olahraga yang telah direvitalisasi tersebut. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











