SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Serangan politik kepada pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dianggap tak berpengaruh hingga lapisan bawah.
Belakangan ini, serangan politik menjelang pemilihan Pemilu 2024 kepada Prabowo-Gibran terkait politik dinasti, hingga penurunan demokrasi hanya berpengaruh pada level elite atau kalangan atas.
Pasangan nomor urut dua tersebut sempat digencarkan isu dinasti politik, terutama pada putra sulung Presiden Joko Widodo, yaitu Gibran Rakabuming Raka pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal batasan usia cawapres.
Gibran juga dianggap sebagai manifestasi dinasti politik Presiden Joko Widodo dengan melanggengkan kekuasaan, meloloskan putra sulungnya itu melalui MK, yang saat itu diketuai oleh Anwar Usman dan tak lain merupakan paman dari Gibran.
“Itu saya kira serangan-serangan politik seperti isu politik dinasti dan penurunan demokrasi, itu ternyata hanya di level elite dan tidak sampai kepada masyarakat,” ujar pengamat politik di Banten, Usep Saepul Ahyar, Jumat 15 Desember 2023.
Dijelaskan Usep, masyarakat dinilai tidak peduli dengan isu-isu tersebut. Terlebih, pada pembahasan politik dinasti hingga penurunan demokrasi di Indonesia.
“Masyarakat tidak peduli dengan isu-isu itu, bahkan mungkin tidak paham dengan itu. Jadi, tidak terlalu pengaruh ke bawah, itu hanya di kalangan elite,” katanya.
Peneliti senior pada lembaga Public Opinion dan Policy Research (Populi Center) itu menuturkan, kekuatan elektabilitas Prabowo-Gibran masih akan tetap kuat dibandingkan dengan pasangan capres cawapres lainnya.
“Sementara di bawahnya tidak terlalu banyak terpengaruh, dan sehingga tidak kenyebabkan perpindahan dukungan,” tuturnya.
Sementara untuk perebutan suara di Banten, Usep menilai kubu Prabowo dan kubu Anies akan menjadi persaingan ketat. Sementara Ganjar dinilai akan tertinggal.
“Kalau di Banten itu masih imbang kejar-kejaran antara Prabowo dan Anies Baswedan. Memang pasangan AMIN ini relatif tinggi di Banten dan Jawa Barat. Tapi, sudah mulai kesusul dengan Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Prabowo dinilai masih memiliki pemilih militan atau pendukungnya pada perhelatan Pilpres 2019 lalu. Tak hanya di Banten, suara Prabowo diprediksi cukup tinggi untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
“Memang Prabowo ini memiliki pemilih tradisional yang lumayan. Pada Pilpres 2019 itu kan Prabowo cukup tinggi di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Memang ada yang lari sebagian suara tradisional dari Prabowo, tapi juga ada pemilih tradisionalnya tetap di Prabowo,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor : Aas Arbi











