SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tingkat Pengangguran terbuka (TPT) di Banten menduduki rangking pertama di Indonesia.
Saat Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten Tahun 2025, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, mengaku akan fokus terhadap SMK di Banten.
Al menegaskan bahwa TPT di Banten tidak linier dengan angka kemiskinan.
“Karena nyatanya angka kemiskinan kita rendah. Berarti kan ada yang menganggur tapi memiliki pendapatan,” ujar Al saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten Tahun 2025 di Hotel Ultima Ratu Serang, Jumat, 15 Desember 2023.
Meskipun begitu, angka TPT di Banten masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah fokus terhadap kejuruan yang ada di SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Kata dia, melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten ini, pihaknya akan mengkonkritkan langkah-langkah kerja 2025 dengan isu-isu terkini yang harus dijawab.
“Kita mulai dengan mengurutkan penciptaan lapangan kerja, karena itu yang paling problem dalam indikator makro yang kita hadapi saat ini. Dan ruang itu harus dideketi dengan komprehensif dan pentahelix. Pemerintah hadir di sana,” tuturnya.
Tapi, ia mengaku, pihaknya juga sedang memperkuat data tentang ketenagakerjaan itu karena Banten adalah tempat tujuan pencari kerja se Indonesia.
Tetapi, pihaknya tidak bisa menolak itu dan memfasilitasi itu. Di antaranya adalah merancang pendidikan yang mengarah ke pokasi dan adanya hubungan kerja antara lembaga pendidikan dengan industri.
Maka, pihaknya akan melakukan hilirisasi seperti amanat Presiden RI yang menjadi peta jalan konektivitas antara pencari kerja dengan lapangan kerja.
“Dan itu akan menumbuhkan berbagai hal. Itu bagian dari pintu masuk yang harus kita seriusi ke depan,” ujar Al.
Sedangkan indikator makro lainnya seperti inflasi dan angka stunting mengarah ke yang baik.
Kata Al, pihaknya akan mendekati proses edukasi dengan lapangan kerja.
“Dan yang harus kita perkuat adalah hubungan formal antara industrialisasi dengan penyiapan lapangan kerja,” terangnya.
Ia mengaku, pihaknya sedang menyiapkan kurikulum yang berbasis pokasi dan kompetensi daerah.
“Ternyata kebutuhan sumber daya manusia bidang hotel begitu besar. Tenaga bidang sekolah kejuruan kelautan juga kebutuhannya luar biasa. Kemudian bidang kecantikan,” ujar Al.
Kata dia, saat ini seluruh kejuruan SMK disesuaikan dengan kebutuhan industri. Misalnya saja SMK bidang analisis kimia dasar berada di kawasan Cilegon dan SMK bidang pariwisata dan perhotelan di Pandeglang.
“Kemudian tenaga kesehatan. Kita ingin menciptakan tenaga medis internasional dari Banten yang bekerja di luar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, mengatakan, Forum Konsultasi Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Banten ini sangat penting karena seluruh stakeholder di Banten diberikan ruang untuk memberikan masukan kepada Pemprov Banten.
“Tujuannya, proses pembangunan bukan hanya top down tapi juga button up. Pak Pj Gubernur akomodir. Ini perlu diapresiasi pemimpin yang akomodir dari bawah,” tuturnya.
Kata dia, sumber daya alam di Banten luar biasa. “Ini yang Pak Pj Gubernur sedang menata,” ujar Fahmi. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











