SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Meski cabai rawit mengalami penurunan harga, pedagang Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang masih mengeluh. Harga cabai rawit merah yang sempat mencapai Rp120 ribu per kilogram, kini telah turun menjadi Rp90 ribu per kilogram.
Meski demikian, justru pembeli saat ini sudah jarang untuk membeli cabai rawit merah meskipun harganya tengah turun.
Padahal, saat harga sedang naik mencapai Rp120 ribu per kilogram, justru cabai rawit merah masih sangat laku di pasaran.
Sahrul (21), pedagang cabai rawit dan kebutuhan dapur di Pasar Induk Rau, mengatakan, harga cabai rawit merah saat ini sudah mengalami penurunan sekitar Rp30 ribu per kilogram.
“Sekarang harga cabai rawit merah sudah turun. Kemarin kan Rp120 ribu, sekarang udah Rp90 ribu per kilogramnya,” ujar Sahrul, Senin 18 Desember 2023.
Meski mengalami penurunan, Sahrul mengaku pembeli cabai rawit kurang peminat. Padahal, per harinya ia selalu menyediakan 15 kilogram cabai rawit.
“Justru lagi waktu naik masih ada yang beli setengah kilo, seperempat kilo, tapi sekarang sepi. Saya sediain 15 kilogram, yang laku per hari 10 kilogram,” katanya.
Sahrul menjelaskan, sisa stok yang ia jual biasanya akan dibuang sia-sia. Sebab cabai rawit hanya bertahan selama dua hari saja.
“Kalau ada sisa biasanya 5 kilogram, itu ya paling dibuang. Karena kan udah gak bisa dijual, jadi kita rugi juga,” jelas Sahrul.
Penurunan harga cabai rawit, kata Sahrul, tidak akan bertahan lama. Biasanya, menjelang akhir tahun, semua harga kebutuhan pokok akan kembali naik.
“Tapi ini pasti nggak bertahan lama, nanti bakal naik lagi jelang akhir tahun sampai pertengahan bulan Januari 2024 itu,” katanya.
Sementara untuk daging sapi di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mencapai Rp130 ribu per kilogram.
Ma’ruf (40) salah satu pedagang daging di Pasar Induk Rau mengaku, saat daging sapi lebih banyak diminati oleh masyarakat.
“Daging sapi sekarang Rp130 ribu per kilogramnya. Tapi satu hari hanya laku sekitar 30 kilogram. Untuk daging tetelan itu Rp50 ribu per kilogram, untuk daging iga Rp75 ribu per kilogram,” katanya.
Menurutnya, saat ini pembeli daging tengah sepi meskipun menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Penjual daging lagi sepi, cuma laku 30 kilogram doang satu hari. Kalau rame itu waktu musim hajatan, maulid Nabi,” tuturnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











