SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten membantah isu kelangakaan pupuk subsidi di wilayah Provinsi Banten.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid melalui Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda pada Distan Banten Wira Suhanda mengatakan, persediaan pupuk subsidi di wilayah Banten masih tersedia dengan aman.
Mengenai keluhan seorang petani asal Desa Carenang, Kabupaten Serang yakni Sutiyah, Wira menjelaskan, bahwa Sutiyah sendiri masuk ke dalam kelompok tani, namun tidak terdaftar dalam penerima pupuk bersubsidi dari pemerintah.
“Setelah kami cek Ibu Sutiyah itu tidak terdata ke dalam e-alokasi bantuan pupuk subsidi tahun 2023 yang terintegritas dengan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), sehingga yang bersangkutan tidak bisa diakomodir,” kata Wira saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Senin 18 Desember 2023.
Wira menuturkan, aplikasi Simluhtan sendiri diinput oleh para penyuluh pertanian yang memasukkan data para petani sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
“Apabila anggota kelompok tani atau petani yang yang diusulkan NIK-nya tidak sesuai dengan Dukcapil dan petugas penyuluh di Kabupaten dan Kota maka tidak bisa dialokasikan,” tuturnya.
Di Kecamatan Carenang sendiri terdapat empat kios penyedia pupuk subsidi yakni Kios Kindur Tani, Kios Tani Makmur, Kios Panca Intan dan Kios Bak Cendana Tani. Keempat kios itu menyediakan dua pupuk yang disubsidi pemerintah yakni NPK dan Urea. Namun, ada beberapa kios yang stoknya kosong karena dalam proses penebusan ke Distributor.
“Dan Informasi sementara untuk wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yakni di Kios Karya Baru bukan terjadi kelangkaan pupuk tetapi alokasi NPK untuk satu tahun sudah habis. Dan itupun sudah terkonfirmasi ke distributor nya,” ucapnya.
Adapun kuota pupuk subsidi jenis urea tahun 2023 di Provinsi Banten sesuai yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten berjumlah 111.445 ton, pupuk NPK sebanyak 56.284 ton dan pupik NPK khusus sebanyak 1.076 ton.
Ia menyebut, pupuk bersubsidi masih tersedia banyak bahkan dari jumlah itu penyerapan pupuk subsidi jenis Urea pada tahun 2023 ini baru mencapai 39,65 persen dan penyerapan pupuk jenis NPK sebanyak 45,40 persen.
“Jadi kalau berbicara langka berati tidak ada pupuk, namun nyatanya ini masih tersedia di distributor. Hanya saja, dalam proses penyalurannya barangkali ada kendala, karena ini pupuk ini kan disalurkan tidak gratis. Kios harus menyediakan uang untuk menebus pupuk subsidi ke distributor gitu,” terangnya.
“Jadi kalau kiosnya barangkali ada kendala dalam permodalannya, dan tidak bisa negosiasi dengan distributor. Maka barangkali pupuk subsidi di kios itu akan kosong,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











