PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang mulai melakukan proses perakitan 18.759 kotak suara di gudang logistik yang berlokasi di Jalan AMD Lintas Timur, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Nunung Nurazizah, mengungkapkan, perakitan kotak suara ini dimulai Senin, 18 Desember 2023, di ruang logistik.
Tujuan utama dari perakitan kotak suara ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas ruangan gudang logistik serta membagi pekerjaan menjadi tahap-tahap yang lebih terkelola.
“Jadi kami untuk menyiasati ruangan yang nanti juga akan datang logistik-logistik lain, maka kami segera kemas kotak suara ini,” ungkapnya.
Nunung juga menyebutkan bahwa KPU Pandeglang menerima sebanyak 18.759 kotak suara yang terbagi dalam lima jenis, yakni untuk pemilihan Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Kabupaten, dan DPRD Provinsi.
Setiap jenis kotak suara akan dialokasikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Jadi ini secara jumlah sudah akurat, sesuai apa yang sudah kami ajukan sebelumnya seperti itu,” katanya.
Dalam persiapan Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang mengerahkan sepuluh tenaga kerja lokal dalam proses perakitan kotak suara.
“Kami melibatkan 10 orang untuk hari ini, bisa dikatakan hari ini uji coba kami untuk mengukur kualitas kerja dari tim yang diterjunkan pada saat ini, kami targetkan pada hari ini mencapai 1.000 kotak suara tapi kalau meleset kami akan menerjunkan tenaga tambahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, KPU Pandeglang menetapkan target penyelesaian perakitan 18.759 kotak suara dalam waktu lima hari dan optimistis target tersebut dapat tercapai.
“Mengenai upah bagi pekerja perakitan kotak suara, kami menetapkan sekitar Rp 1.700 per kotak suara. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengatur diri sendiri dan menghitung progres kerja harian mereka,” jelasnya.
Ucok, salah seorang pekerja yang terlibat dalam perakitan kotak suara, mengungkapkan pengalamannya yang telah sering terlibat dalam proses perakitan kotak suara pada setiap perhelatan Pemilu untuk mempersiapkan kebutuhan di TPS.
“Sudah beberapa kali, mulai dari tahun 2019, saya bekerja di sini. Bahkan pada tahun 2014, juga pernah, melakukan sortir untuk kebutuhan di TPS,” ujarnya.
Bagi Ucok, pekerjaan merakit kotak suara ini memberikan penghasilan yang cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi di Pandeglang.
“Pendapatan ini lumayan, terutama untuk wilayah Pandeglang. Ketika kami sedang tidak bekerja di sini, beberapa dari kami ada yang menjadi pengemudi ojek, ada juga yang bekerja di bengkel. Dengan bayaran per kotak suara sekitar Rp 1.700 ya lumayan lah buat tambahan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











