SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sopir truk di Kabupaten Serang mengeluhkan kondisi solar yang sulit untuk dicari selama satu bulan terakhir. Hal tersebut dikarenakan karena adanya pembatasan stok solar di seluruh SPBU.
Pengawas SPBU Pelamunan, Hadi Sulaiman mengatakan, pembatasan stok solar sudah diberlakukan sejak awal bulan Desember 2023. Bahkan setiap SPBU-nya hanya dibatasi sebanyak 8 ton per harinya.
“Dari pusat sih, mungkin karena mendekati akhir tahun biasa. Jadi bukan SPBU ini saja tapi semua SPBU dapat jatah 8 ton doang per hari,” katanya, Rabu 20 Desember 2023.
Ia mengaku, dengan stok 8 ton yang dimiliki, hanya mampu bertahan hingga dengan pukul 6 sore saja lantaran banyaknya permintaan.
“Dengan stok segitu biasanya paling sampai jam 5 atau jam 6 stok sudah habis. Ini juga paling sedikit lagi. Tadi datang stok yang 8 ton pas siang,” jelasnya.
Menurutnya, antrean kendaraan truk sudah normal terjadi ketika di salah satu SPBU masih memiliki stok solar. Apalagi, jika di beberapa SPBU lainnya sudah kehabisan stok.
“Misalkan Di taman kosong, di SPBU lain kosong ya pada antre disini lah otomatis. Kecuali di sini kosong di taman yang ada yang di sana yang antre. Jadi bergantian yang penting tidak kosong semua,” terangnya.
Menurutnya, untuk stok 8 ton yang diberikan ke SPBU-SPBU berjalan lancar dan tanpa kendala. Namun karena tingginya permintaan membuat SPBU selalu kehabisan stok.
“Dari SPBU ya keinginan ya beli banyak, cuman terbatas dengan aturan dari pemerintah, jadi susah,” jelasnya.
Diperkirakan, kondisi tersebut akan berlangsung hingga dengan awal tahun 2024. “Mungkin ada pembatasan sampai Januari. Tadi juga kita sudah rapat dengan pertamina dan pengelola SPBU di wilayah Serang dan cilegon untuk membahas ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya










