SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melaksanakan panen cabai di Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, di lahan seluas setengah hektare.
Pj Sekda Kabupaten Serang Nanang Supriyatna mengatakan, di Desa Tejamari, panen cabai sudah dilakukan sebanyak 18 kali sejak pertama kali ditanam.
“Ini tentunya hal yang luar biasa di tengah harga cabai yang cukup tinggi yang pernah mencapai hingga Rp 120 ribu per kilogramnya sekarang sudah menurun, tapi masih di angka Rp 90 ribu per kilogramnya,” katanya, Rabu, 20 Desember 2023.
Menurutnya, pertanian cabai di Kabupaten Serang sangat potensial dan tentunya peluang tersebut harus ditangkap dan dimaksimalkan oleh para petani di Kabupaten Serang.
Hal itu agar cabai merah tak lagi menjadi item inflasi dan kebutuhan cabai di kabupaten Serang dapat terpenuhi.
“Upaya kita pada Pemkab Serang bersama Pemprov Banten akan menjaga terus inflasi yang ada di kita khususnya yang berkaitan dengan cabai. Ini menjadi perhatian kita juga karena cabai menjadi item inflasi,” jelasnya.
Ia pun meminta agar masyarakat juga dapat ikut memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam cabai sehingga dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Cabai ini kalau rajin semua tiap rumah bisa pakai pot, atau polibag. Satu rumah 10 pot atau polibag ini harga tidak akan sedemikian tinggi. Kita mengimbau untuk masing-masing masyarakat di rumah baik ibu PKK atau RT dan RW di bawah untuk menanam cabe di rumah masing-masing sehingga ketika perlu tinggal ngambil sehingga tidak memberatkan kantong belanja,” terangnya.
Sementara itu, pihaknya pun akan memfokuskan hasil panen cabai di wilayah Kabupaten Serang untuk pemenuhan kebutuhan di Kabupaten Serang. Apabila stok untuk kabupaten Serang telah terpenuhi, pihaknya akan memasok ke wilayah-wilayah di sekitar Kabupaten Serang.
“Produksi ini kita utamakan di kabupaten Serang, kalau memang berlebih kita ke tetangga kita, misal Kota Serang, Cilegon sehingga saling membantu nanti,” pungkasnya. (*)
Editor : Merwanda











