LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus DBD (Demam Berdarah Deungeu) sepanjang tahun 2023 di KabupatenLebak yang terbilang tinggi mendapat perhatian serius dari Sekda Lebak Budi Santoso.
Januari hingga Desember tahun ini DBD telah mencapai 602 kasus dan empat orang orang meninggal dunia akibat digigit nyamuk aedes aegypti tersebut.
Mantan Asda II Pemkab Lebak ini mengimbau warga untuk mewaspadai penyakit DBD. Ini lantaran kasus DBD Kabupaten Lebak terbilang mengkhawatirkan.
“Tentunya, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit DBD dengan menggalakan kembali gerakan 3M plus. Apalagi memasuki musim penghujan saat ini berpotensi timbulnya DBD,” ujar mantan Kepala BKAD Lebak ini, Rabu 20 Desember 2023.
Menurutnya, gerakan Jumat bersih (Jumsih) yang selama ini digalakannya akan sia-sia bila tidak didukung oleh semua elemen masyarakat. Karena itu, orang nomor satu di Lebak ini, meminta agar masyarakat sadar akan menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama, dengan cara gotong royong menjaga kebersihan.
Kata dia, fogging yang terus dilakukan Dinas Kesehatan, bukanlah solusi untuk memberantas DBD. Fogging itu hanya untuk memutus mata rantai saja.
“Solusi yang terbaik itu saya kira adalah menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Saat ini Pemkab Lebak terus gencar mensosialisasikan gerakan hidup bersih,” imbuhnya.
Ia menambahkan, telah menginstruksikan Dinkes serta seluruh camat, kepala desa, lurah, kepala puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD,” pesannya.
Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Triatno Supiono mengatakan, populasi nyamuk aedes aegypti berkembang biak pada genangan-genangan air bersih yang secara langsung tidak menyentuh tanah.
“Masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyebaran virus DBD. Sebab penularan penyakit itu ditimbulkan oleh buruknya kebersihan lingkungan di masyarakat,” ucapnya.
Lantaran itu, ia mengimbau masyarakat melakukan gerakan PSN dengan cara menguras, mengubur dan menutup dan tandon-tandon air pada barang-barang bekas. Di samping warga melakukan 3M plus juga diminta memberikan abate pada penampungan air seperti bak mandi.
“Jika warga menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dipastikan tidak akan mudah terjadi penularan penyakit DBD,” tukasnya.
Dia juga mengaku telah menyiagakan seluruh petugas puskesmas, rumah sakit, bidan desa untuk cepat tanggap, dalam mengantisipasi berbagai penyakit yang timbul pada musim penghujan akhir tahun ini.
“Kami telah intruksikan kepada 40 puskemas yang tersebar di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak untuk senantiasa berjaga-jaga mewabahnya penyakit musim penghujan di akhir tahun ini. Seperti diare dan DBD,” ujarnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











