SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Untuk memperlancar arus lalu lintas saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di ruas Tol Tangerang-Merak, maka akan dilakukan pembatasan kendaraan barang.
Pembatasan itu berlaku mulai 22 Desember 2023 pukul 00.00 WIB sampai 24 Desember 2023 pukul 24.00 WIB.
Adapun jenis kendaraan yang dibatasi, yakni:
1. Mobil barang dengan jumlah berat diizinkan (JBI) > 14 ton,
2. Mobil barang dengan kereta tempelan,
3. Mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih,
4. Mobil barang dengan kereta gandengan,
5. Mobil pengangkutan hasil galian (pasir, tanah dan/atau batu), hasil tambang, dan bangunan.
Astra Infra Tol Tangerang-Merak selaku pengelola Tol Tangerang-Merak mengimbau kepada pengguna jalan, sebelum melakukan perjalanan pastikan kendaraan dan kondisi fisik prima, serta saldo E-Toll mencukupi.
Jika lelah, istirahat lah di rest area terdekat, yakni KM 43 dan KM 68 arah Merak dan KM 45 dan KM 68 arah Jakarta.
Total kendaraan yang memasuki di ruas Tol Tangerang-Merak melalui Gerbang Tol Cikupa sejak H-7 sampai H-5 Natal, atau 18-20 Desember 2023, adalah 163.516 kendaraan.
Dengan rata-rata lalu lintas harian 54.505 kendaraan, naik 5,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022, atau lebih tinggi 10,89 persen terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.
Sedangkan, arus lalu lintas menuju Pelabuhan Merak dan sekitarnya sejak 18-20 Desember 2023 total sebanyak 34.720 kendaraan.
Dengan lalu lintas harian rata-rata 11,573 kendaraan, naik 4,31 persen dibandingkan periode yang sama Nataru tahun 2022, atau naik 24,16 persen dibandingkan LHR normal.
Secara akumulasi, sebanyak 526.510 kendaraan. Dengan rata-rata lalu lintas harian 175.503 kendaraan, naik 4,37 persen dibandingkan periode yang sama Nataru tahun 2022, atau naik 10,46 persen terhadap lalu lintas harian rata-rata normal.
Trafik tertinggi sejak N-7 sampai N-5 kemarin terjadi pada tanggal 20 Desember 2023 mencapai 179.440 kendaraan.
Lalin mudik Nataru sampai dengan tanggal 20 Desember 2023 hampir merata menuju ke arah Serang Timur, Cilegon Timur, dan Merak. (*)
Editor: Agus Priwandono











