LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak mencatat jumlah penduduk Lebak yang mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Disebutkan, masih di bawah target, yakni baru mencapai dua persen.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Disdukcapil Lebak, Ahmad Najiyullah, menyebut bahwa saat ini Disdukcapil Lebak akan menargetkan empat persen aktivasi IKD di akhir tahun 2024.
“Masih di angka dua persen, baru sekitar 5.400 orang yang sudah melakukan aktivasi IKD-nya” kata Najiyullah, Rabu, 27 Desember 2023.
Target empat persen aktivasi IKD itu berasal dari jumlah penduduk Lebak yang sudah mengantongi KTP el.
Najiyullah menjelaskan, 5.400 orang yang mengaktivasi IKD masih didominasi oleh pegawai di lingkungan Pemerintah dan swasta.
Angka itu juga tidak lepas dari strategi jemput bola Disdukcapil ke kantor-kantor pemerintah.
“Jemput bola kita terus lakukan. Termasuk juga kami minta ke operator desa dan kecamatannya yang sudah terdapat kios pelayanan Dukcapil untuk bisa mengaktivasi IKD, minimal satu orang per hari,” jelasnya.
Ditanya penyebab masih rendahnya penduduk yang melakukan aktivasi IKD, Najiyullah menyebut beberapa faktor, sehingga aktivitasi IKD di Lebak masih rendah.
“Pertama, masyarakat masih sangat suka mengantongi KTP elektonik dalam bentuk fisik, dan kedua adalah di saat warga mengurus keperluan di perbankan, mencari kerja, rumah sakit, atau yang lain-lain masih membutuhkan fisik KTP-nya,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Najiyullah, capaian aktivasi IKD juga berkaitan dengan rencana Pemerintah Daerah yang ingin menyiapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) online.
“Salah satu itu bisa dibuka oleh Pemerintah Pusat adalah aktivasi IKD kita sudah di angka minimal empat persen,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











