CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta menyatakan maju sebagai Calon Walikota Cilegon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon tahun depan.
Pengamat Politik Edi M Abduh menilai hal itu sah saja karena hak Sanuji sebagai warga negara.
Di sisi lain, Edi menilai wajar jika Sanuji ingin maju jadi Calon Walikota karena ia sudah merasakan kursi Wakil Walikota.
Namun, Edi menilai beban Sanuji berat karena bukan asli asal Kota Cilegon serta masa jabatannya sebagai Wakil Walikota diterpa masalah keharmonisan dengan Walikota Cilegon.
“Perlu ada effort yang besar untuk meyakinkan masyarakat Cilegon sebagai bacalon,” papar Edi, Kamis 28 Desember 2023.
Isu soal tidak harmonisnya hubungan bersama Helldy menjadi beban bagi Sanuji karena persoalan itu diketahui masyarakat luas.
Isu ketidakharmonisan itu pun menurut Edi membuat pernyataan Sanuji yang ingin maju jadi Calon Walikota Cilegon bukan hal yang mengejutkan.
Keinginan untuk maju sebagai Calon Walikota Cilegon bisa saja muncul karena Sanuji sudah belajar dan mengamati aspek sosial, budaya dan ekonomi di Kota Cilegon.
Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta telah menyatakan akan maju sebagai Calon Walikota Cilegon di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon tahun depan.
Ada beberapa alasan yang mendasari Sanuji untuk maju sebagai Calon Walikota Cilegon. Salah satunya adalah peran Wakil Walikota yang terbatas.
“Sebagai Wakil Walikota ada keterbatasan tindakan, ada keterbatasan eksekusi, ada keterbatasan kewenangan,” ujar Sanuji, Selasa 26 Desember 2023.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini ingin mencurahkan seluruh komitmen, gagasan, misi, cita cita dan totalitas pengabdian.
Ia mengaku ingin fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusian(SDM) yang kompetitif dari segala sisi sehingga daya saing tinggi dan mampu memimpin, bekerja dan berusaha di Kota nya sendiri.
“Semua warga Cilegon menjadi produktif, memiliki pekerjaan, mampu berwirausaha. Sumberdaya akan kita kerahkan ke sana, mental yang tangguh, akhlak mulia, pendidikan yang bagus, skills yang unggul, cinta Tanah Air yang tinggi,” papar Sanuji.
Kemudian, infrastruktur dan fasilitas umum yang berkelas internasional.
Infrastruktur dan fasilitas umum yang dimaksud yaitu pada aspek pendidikan, kesehatan, jalan umum, penerangan jalan, taman dan hutan kota, fasilitas olahraga, ketertiban umum, pusat kegiatan pemuda, gedung seni, bela diri, Bakai Latihan Kerja (BLK) dan layanan publik lainnya.
“Semuanya dibangun berkelas, prima, lengkap dan terkelola dengan baik,” tegas Sanuji.
Gagasan lain Sanuji yaitu tentang kehidupan yang religi, berakhlak, harmoni, bersatu, dan menghidupkan tradisi thalabul ilmi.
Kemudian, Sanuji juga ingin membangun Pemerintahan yang bersih, profesional, solid, dan menjadi Kota dengan kinerja internasional.
“Kehidupan politik, demokrasi, organisasi masa dan sosial kemasyarakatan yang menghidupkan fastabiqul khairat utk kemajuan, kemaslahatan, kesejahteraan Kota Cilegon serta dalam suasana keterbukaan kebersamaan demi kemajuan dan kesejahteraan bersama secara adil merata,” papar Sanuji.
Sementara itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian merespons pernyataan tersebut
Menurut Helldy, hal itu merupakan hak Sanuji sebagai warga negara Indonesia, namun Helldy mengaku memilih untuk fokus bekerja terlebih dahulu.
Alih-alih menyatakan sikap menjelang Pilkada tahun depan, Helldy mengaku sedang fokus untuk menyelesaikan visi dan misinya terlebih dahulu.
Ia menilai, Pilkada Kota Cilegon masih lama, sehingga belum waktunya memikirkan hal tersebut.
“Saya belum menyoroti soal Pilkada, masih panjang, masih lama sementara saya harus menyelesaikan pekerjaan dulu, apalagi ini akhir tahun, penyerapan anggaran, pengeluaran. Lagi pula masih ada janji kampanye mana yang belum (terealisasikan) maksimal,” papar Helldy.
Helldy menyadari masih banyak PR yang perlu diselesaikan, untuk itu ia memilih untuk fokus pada sisa masa jabatan terlebih dahulu.
Sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon pun, Helldy mengaku belum fokus pada Pilkada. Fokusnya saat ini adalah pada upaya pemenangan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi











