PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca bencana angin puting beliung yang menghantam Desa Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, BPBD-PK Pandeglang mencatat sebanyak 108 bangunan mengalami kerusakan dalam peristiwa tersebut.
Saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Sekretaris BPBD-PK Pandeglang Nana Mulyana mengatakan, bahwa jumlah 108 bangunan yang terdampak kerusakan itu masih data sementara dan belum melalui verifikasi serta validasi lebih lanjut.
“Nana Mulyana menjelaskan bahwa data tersebut masih sementara dan bisa berubah setelah proses verifikasi dan validasi,” ungkapnya, 2 Januari 2024.
Dikatakan Nana Mulyana, bahwa jenis bangunan kerusakan terdiri kerusakan berat, sedang, atau ringan, nantinya akan diinformasikan setelah BPBD-PK Pandeglang menerima data resmi dari Kecamatan Cimanuk, yang saat ini masih dalam proses pengumpulan informasi.
“Saat ini kami lagi menunggu data dari pihak kecamatan, karena data itu harus ditandatangani sama muspika. Data tersebut belum fiks (Tetap-red),” katanya.
BPBD-PK Pandeglang tidak hanya melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan, tetapi juga telah menangani pemotongan enam pohon yang tumbang akibat peristiwa ini.
Nana Mulyana menuturkan, begitu pihaknya telah mendapatkan data atau dokumen yang lengkap, pihaknya akan segera membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti kerusakan akibat angin puting beliung tersebut.
“Nanti setelah dapat dokumen itu kita membentuk bersama tim teknis untuk menindaklanjutinya,” ucapnya.
“Selain itu, BPBD-PK Pandeglang telah mendistribusikan paket sembako kepada Kecamatan Cimanuk pada hari kedua pasca peristiwa angin puting beliung sebagai langkah awal penanganan,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah melakukan pendataan terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh peristiwa angin puting beliung.
“Untuk kerusakan yang ringan dan sedang kemungkinan ada resiliensi artinya masyarakat mampu menangani sendiri tidak perlu oleh BPBD, kami masih fokus pendataan dulu setelah itu nanti kita sampaikan ke pimpinan dan itu akan dibahas oleh pemerintah daerah,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











