PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi peralihan cuaca pancaroba yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Pandeglang saat ini, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang bergerak cepat untuk meminimalisir penyakit yang bisa muncul dalam situasi tertentu.
Satu di antaranya pencegahan dan penanggulangan demam berdarah dengue (DBD).
Bahwa perlu diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang telah mencatat sebanyak 463 kasus DBD sepanjang tahun 2023.
Pihak Dinkes Pandeglang juga meminta agar warga segera melaporkan kepada petugas puskesmas terdekat bila ditemukan kasus dicurigai DBD.
Sehingga bisa dilakukan investigasi dan penyelidikan epidemiologi di lapangan, agar penularan dapat segera dicegah sedini mungkin.
“Nah jadi kita lihat cek ke rumahnya jentik di sekitar tempat tinggalnya, jadi dua puluh orang tetangganya untuk mengetahui penyebaran dari DBD tersebut,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang, Dian Handayani, Senin 8 Januari 2024.
Ia menyampaikan, bahwa jarak tempuh terbang nyamuk bisa mencapai radius 100 meter lebih atau sekira 20 rumah.
“Jarak terbang nyamuk itu radius 100 meter, jadi kita pastikan cek dari 20 rumah itu apakah ada salah satunya yang terkena DBD,” tuturnya.
Dikatakan Dian Handayani, apabila warga menemukan kasus DBD di wilayahnya agar bisa melapor dan nantinya untuk dilakukan fogging sebagai upaya pencegahan.
“Ya langkah-langkah cukup melaporkan ke Puskesmas terdekat, meskipun tanpa uji Laboratorium silahkan RT atau RW bersurat bahwa di desa minta dilakukan fogging misalnya, silakan masyarakat mengajukan ke puskesmas setempat,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat Pandeglang agar untuk selalu membersihkan tempat-tempat yang memang menjadi sarang nyamuk, sehingga dengan begitu bisa meminimalisir dampak kasus DBD tersebut.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











