PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Memasuki tahun 2024, persediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang bencana Kabupaten Pandeglang sudah mulai menipis. Hal itu terjadi karena memang Pemkab Pandeglang belum bisa belanja beras untuk kebutuhan CBP bersumber dari APBD tahun 2024.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Sutoto membenarkan persediaan stok CBP sudah mulai menipis.
“Persediaan di gudang bencana tersisa satu ton. Untuk antisipasi kita sedang ikhtiar pengusulan bantuan ke pusat dan provinsi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon selularnya, Senin 8 Januari 2024.
Pengusulan bantuan dilakukan kepada pusat dan provinsi karena sementara ini Pemkab Pandeglang belum bisa belanja dari APBD tahun 2024. Sementara kebutuhan cadangan beras itu sangat dibutuhkan karena masuk kebutuhan pokok dasar logistik pemberian bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat.
“Khususnya kepada warga korban bencana. Mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan dan kemarin juga baru saja terjadi bencana banjir merendam ratusan rumah warga maka kebutuhan dasar itu sangat dibutuhkan,” katanya.
Namun, dikatakan Sutoto, pada saat ini persediaan stok beras menipis dan tengah diupayakan untuk dilakukan penambahan.
“Kita tengah memohon bantuan kepada pusat dan provinsi. Semoga saja bisa direalisasikan karena memang beras sangat dibutuhkan,” katanya.
Ketua Forum Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang Beni Madsira melaporkan, stok logistik Lumbung Sosial di 15 kecamatan sudah menipis.
“Kaitan stok logistik di semua lumbung sosial kita sudah menipis semua. Bahkan ada yang sudah kosong sama sekali,” katanya.
Semisalnya persediaan stok pada Lumbung Sosial di Angsana ini, stok logistik hanya beberapa bungkus sembako. Paling hanya tersedia lima paket sembako lagi.
“Jadi untuk logistik yang lain memang Lumbung Sosial kita sekarang sudah menipis semua tidak ada stok. Kemungkinan ketika ada bencana besar misal banjir, atau gimana, kita juga kalau menghitung stok agak kewalahan,” katanya.
Tetapi mungkin di BPBD dan Dinsos masih ada. KSB selaku relawan yang turut mengelola Lumbung Sosial akan membuat surat pengajuan penambahan stok logistik.
“Saya sudah perintahkan kepada temen-temen KSB sudah untuk melakukan pengajuan stok barang lagi untuk logistik. Karena memang kita dulu dikasih hanya pertama pada tahun 2023 itu bulan 10 atau Oktober dikasih 40 paket per Lumbung Sosial dan sekarang sudah mulai menipis,” katanya.
Jumlah Lumbung Sosial di Kabupaten Pandeglang kurang lebih di 15 kecamatan. Lumsos Cibitung, Cibaliung, Sumur ada dua Lumsos, Cigelis, Panimbang, Sukaresmi, Labuan, Patia, Carita, Pagelaran, Mandalawangi, Cimanuk, Angsana dan Kecamatan Cikesik. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











