PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tak hanya menangani bencana alam saja, namun petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang juga mesti serba bisa termasuk menangani ancaman dari sarang tawon.
Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Endan Permana mengungkapkan, pihaknya mengevakuasi penangkapan sarang tawon pada awal tahun ini sekitar 10 kejadian dengan beberapa kali penanganan selama satu malam.
“Untuk tahun 2024 dari pertama kita evakuasi ya sekitar sepuluh kejadian, cuma dalam satu malam itu laporan ada dua kali penanganan bahkan sampai tiga kali,” ungkapnya, Kamis 18 Januari 2024.
Dikatakannya, untuk evakuasi sarang tawon sendiri meliputi wilayah perkotaan Pandeglang, seperti Batubantar, Cihideung, Saruni, dan Kadomas.
“Yang paling banyak sering dilakukan evakuasi itu daerah kadomas, itu juga kita telah telusuri karena daerah Kadomas itu ada bunga-bunga dekat pegunungan yang namanya lebah itu banyak madu sehingga sering banyak laporan daerah Kadomas,” katanya.
Ia menjelaskan, bahwa untuk melakukan evakuasi sarang tawon tersebut yang disiapkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk disemprotkan ke sarang tawon agar mengusir tawon tersebut.
“Jadi kita semprot pakai bensin pertalite, kita itu pas penanganan kalau untuk safety kita pakai alat lengkap,” jelasnya.
Lanjutnya, kebanyakan sarang tawon sendiri sering berada di pohon-pohon dekat lingkungan warga, terkadang ada di sejumlah rumah-rumah.
Ia menyampaikan, bahwa masyarakat sekarang ini sudah mengetahui bahwa dalam hal penanganan evakuasi sarang tawon bisa dilakukan oleh BPBD-PK Pandeglang.
“Ya masyarakat sudah paham sekarang, apabila ada yang memerlukan bantuan masyarakat bisa menghubungi kami ke call center 201113, yang penting kita ada laporan dulu,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











