PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat, 11 kecamatan di Kabupaten Pandeglang terdampak bencana alam berupa angin kencang dan tanah longsor.
Ke-11 kecamatan terdampak bencana alam itu adalah Kecamatan Labuan, Jiput, Cikedal, Kaduhejo, Cimanuk, Pagelaran, Mandalawangi, Cikeusik, Menes, Saketi, dan Jiput.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan bahwa bencana alam akibat cuaca ekstrem melanda 11 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Dari laporan sementara diterima BPBD sebanyak 28 unit rumah rusak. Beberapa di antaranya masih dalam penanganan karena longsor akibat pergerakan tanah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 20 Januari 2024.
Nana menjelaskan, bencana tanah longsor terjadi di Kampung Paniis, Desa Jiput, Kecamatan Jiput. Sebanyak dua unit rumah rusak berat dan tiga rumah lainnya rusak sedang.
“Selain karena longsor, belasan rumah lain rusak tertimpa pohon tumbang. Akibat angin kencang,” katanya.
Bencana alam terjadi di Kabupaten Pandeglang disebabkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin terjadi pada tanggal 19 Januari 2024 sekira pukul 00.20 WIB sampai pukul 03.30 WIB. Hingga menyebabkan
beberapa rumah milik masyarakat tertimpa pohon tumbang hingga
mengalami kerusakan dengan beberapa kategori rusak
ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
“Pasca bencana tim langsung bergerak ke lokasi bencana. Melakukan evakuasi pemotongan batang pohon menimpa rumah dan yang melintang menghalangi jalan raya,” katanya.
“Kemudian, tim dari BPBDPK Kabupaten Pandeglang juga menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana di sejumlah kecamatan. Di antaranya, ke Kecamatan Labuan, Cikedal, Jiput, Kaduhejo, dan Cimanuk,” katanya.
Saat ini, tim BPBDPK juga masih melakukan penanganan serta pendataan di lapangan.
“Untuk sementara belum diterima laporan adanya kejadian bencana baru. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada mengingat berdasarkan peringatan dini dari BMKG intesitas curah hujan tinggi dan angin kencang masih berpotensi terjadi selama sepekan ke depan,” katanya.
Camat Cikedal, Agung Yuliawan, mengatakan bahwa dampak bencana angin menyebabkan satu rumah di Kampung Dagocarek, Desa Bangkuyung rusak.
“Akibat terima pohon pete yang roboh. Untungnya tidak ada korban jiwa hanya saja atap rumah jebol,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











