PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dua dari lima rumah di Kampung Paniis Lebak, RT 001 RW 008, Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, ambruk tertimbun tanah longsor, Jumat, 19 Januari 2024, sekira pukul 12.30 WIB.
Beruntung dalam musibah tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Hanya saja, dua rumah tidak bisa ditempati lagi karena rata dengan tanah.
Tanah longsor diduga akibat proyek galian dari pihak pengembang perumahan di kampung tersebut.
Menurut Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana, tanah longsor terjadi juga karena intensitas hujan sedang dan lebat.
“Sebanyak lima unit rumah kena dampak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 20 Januari 2024.
Lima tiga rumah warga yang rusak itu, dua unit di antaranya rata dengan tanah. Yakni, rumah milik Surnah dan Naci. Sedangkan, rumah yang rusak ringan milik Surni, Arman, dan Encem.
“Waktu kejadian longsor pada jam 12.30 WIB. Lokasinya di Kampung Paniis Lebak, Desa Jiput, Kecamatan Jiput,” katanya.
Pada saat kejadian para penghuni sedang berada di luar rumah. Sehingga, tidak ada yang sampai tertimbun longsoran tanah.
“Keluarga Ibu Surnah dan pak Gandi sedang di luar, di rumah orang tuanya dan ibu Naci sedang dikerok di rumah adiknya, Abah Sajong,” katanya.
Keluarga Surnah dievakuasi ke rumah saudaranya. Sedangkan Naci dievakuasi ke rumah adiknya, Abah Sajong.
“Kedua rumah itu sudah tidak bisa ditempati karena tertimbun longsoran tanah,” katanya.
Lebih lanjut, Ade mengungkapkan, pasca longsor, masyarakat setempat turun tangan membantu dan mengevakuasi barang berharga milik korban. Termasuk mencarikan yang sebesar Rp 80 juta yang tertimbun bangunan.
“Masyarakat terus membantu mencari uang yang tertimbun dan alhamdulillah uang sudah ditemukan oleh masyarakat dan langsung diserahkan kepada pemilik. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” katanya.
Bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang sudah tiba tadi malam dan sudah disalurkan kepada para korban bencana.
“Bantuan logistik sudah kita salurkan semalam. Dan saat ini kita masih di lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Camat Jiput, Muslim, turut prihatin atas kejadian bencana alam yang menimpa warganya.
“Kemarin kita sudah mengunjungi ke lokasi bencana rumah roboh. Dari data sementara sebanyak 15 rumah rusak ringan, sedang, dan berat,” katanya.
Bantuan evakuasi korban bencana dilakukan oleh relawan, anggota Koramil dan Polsek Jiput, Tagana, dan warga
setempat.
“Bantuan sembako dan logistik dari kecamatan, BPBD Kabupaten Pandeglang, BPBD Provinsi Banten, Dinas Sosial. Penyerahan bantuan dilakukan sampai tengah malam tadi,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











