PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita mendorong ribuan tenaga honorer yang masih tersisa di Kabupaten Pandeglang agar bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PPPK di tahun 2024 ini.
Irna Narulita menyampaikan harapannya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Republik Indonesia, agar para pegawai honorer yang telah lama mengabdi, bahkan yang akan segera pensiun, mendapatkan status yang jelas.
“Ada juga kan anak-anak ibu background tingkat pendidikannya SD, SMP dan SMA, jadi ibu berkali-kali bermohon kepada KemenpanRB dan BKN mereka juga harus mendapatkan kesempatan yang sama. Apalagi mereka sebentar lagi mau pensiun berharap mereka statusnya jelas,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 24 Januari 2024.
Dikatakan Irna, pengangkatan pegawai honorer menjadi CPNS atau PPPK ini sangatlah ditunggu-tunggu di tahun 2024 ini.
“Kan mereka juga bagian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sehingga Pandeglang bisa semaju ini, jadi kita support untuk mereka tetap juga evaluasi belajar, karena pengangkatan tersebut tetap ada prosesnya harus dilalui,” katanya.
Ia menyampaikan, mudah-mudahan para pegawai tenaga honorer di Kabupaten Pandeglang bisa diangkat secara bertahap menjadi PNS atau PPPK.
“Jadi mereka selama ini yang membantu para PNS pejabat sebagian mereka TKS kemudian TKK sama enggak ada matinya,” tu tuturnya.
Ia melanjutkan, sebagian tenaga honorer baik itu formasi tenaga kesehatan dan tenaga guru di Kabupaten Pandeglang diusulkan dan sudah diangkat menjadi PNS atau PPPK.
“Tapi yang namanya tenaga teknis ini lho jangan ditinggal kami juga manusia yang selama ini bekerja siang malam membantu kepala OPD, jadi formasi tenaga teknis sudah kami usulkan berkali-kali,” lanjutnya.
Irna menegangkan, formasi tenaga honorer yang belum pernah diusulkan ke KemenpanRB, formasi itulah yang dimaksud yaitu pegawai honorer tenaga teknis yang harus diusulkan.
“Mereka itu tidak hanya sarjana hukum ekonomi saja, ada yang syariah yah keagamaan, mereka enggak diangkat-angkat lewat terus berteriak lah mereka, ditunjukkan lah nanti integritas mereka pada saat perekrutan secara otomatis diangkat,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak











