SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak empat ruas jalan milik Provinsi Banten di Kabupaten Lebak masuk dalam peta kerawanan bencana tanah longsor.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, UPTD PJJ Wilayah Lebak pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten Firman Zuliansah mengatakan, DPUPR Banten telah mematakan ruas jalan yang rawan akan terkena bencana longsor khususnya di musim penghujan ini.
Adapun empat ruas jalan yang rawan longsor di Kabupaten Lebak di ruas Cipanas – Ciparay, Gunung Luhur – Cipulus, Cikumpay – Ciparay dan Bayah – Cikotok – Batas Jabar.
“Di Kabupaten Lebak terdapat empat ruas jalan yang rawan terkena bencana longsor, salah satunya di daerah wisata Gunung Luhur, Kecamatan Citorek,” ujar Firman saat dihubungi, Rabu 24 Januari 2024.
Pihaknya juga mencatat terdapat bencana longsor yang terjadi pada bulan Januari 2024. Kejadian pertama di ruas jalan Bayah – Cikotok – Batas Jabar, di sana Tim Reaksi Cepet Tanggap Longsor UPTDPJJL DPUPR Provinsi Banten telah menurunkan sebuah alat berat dan satu mobil dump truck.
Kejadian kedua di ruas jalan Cipanas – Ciparay beberapa waktu lalu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak telah menyebabkan ruas jalan itu tertutup sementara oleh longsoran tanah.
“Dan kemarin Tim Reaksi Cepat tanggap longsor juga telah menanggani longsoran di ruas jalan Gunung Luhur dengan menerjunkan dua buah alat berat dan dua mobil dump truck,” ucapnya.
“Alhamduiillah ketiga ruas jalan yang langsung ditangani itu sudah bisa dilewati oleh kendaraan lagi,” sambungnya.
Firman menuturkan, di musim penghujan ini pihaknya akan selalu menyiagakan tim reaksi cepat berserta empat alat berat, dan tiga mobil dump truck serta mesin potong.
Pihaknya akan terus memonitoring kondisi ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Lebak pada musim penghujan ini.
Firman meminta kepada para pengendara yang hendak melewati empat ruas jalan itu untuk berhati-hati.
“Selalu berhati-hati dalam berkendara, dan selalu memonitoring prakiran cuaca sebelum berpegian,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











