TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel membentuk duta remaja yang diberi nama Duta Remaja Antianemia (Doremi) yang akan memberikan edukasi mengenai persoalan stunting di kalangan remaja.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, Doremi merupakan sekumpulan siswa-siswi SMP dan SMA yang dipilih untuk mengikuti pelatihan dan penyuluhan dari ahli gizi.
Usai menerima banyak informasi mengenai gizi, mereka kemudian akan mendapat tugas menyosialisasikan dan mengedukasikan kepada teman-temannya di sekolah dan para remaja lainnya mengenai persoalan stunting, dan mengedukasi remaja untuk menjaga pola makan seimbang dan bergizi.
“Kami ingin membangun kesadaran koletif di masyarakat untuk memperbaiki dan menjaga gizi di kalangan remaja kita. Kami terus membentuk kader Doremi untuk nanti bekerja menyosialisasikan gizi, masalah stunting, dan lainnya,” ujar Benyamin dalam kegiatan Aksi Bergizi Pencegahan Stunting bagi Remaja Putri Siswi SLTP/SMA di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Kamis, 25 Januari 2024.
Benyamin mengatakan, dalam rangka menuju Indonesia Emas, upaya pertama adalah memperbaiki gizi remaja yang nantinya akan memimpin Indonesia ke depan.
Menurutnya, dari studi dan pemeriksaan yang ada, banyak remaja kekurangan darah atau anemia, terutama remaja putri.
Hal ini menjadi faktor pertama terjadinya gizi buruk atau stunting bagi balita, karena sumber utamanya ada pada remaja anemia yang kemudian menjadi ibu.
Benyamin menjelaskan, target Pemkot Tangsel dalam menangani stunting di tahun 2024 adalah turun menjadi 8-7 persen.
“Tapi kita masih menunggu rilis dari Kementerian Kesehatan. Untuk turun di angka itu bukan pekerjaan mudah tentunya, tapi dengan berbagai upaya yang kita lakukan, mudah-mudahan sesuai target,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











