TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, Jumat petang, 26 Januari 2024.
Kordinator aksi Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang Ahmad Saeful Bahri mengatakan, mahasiswa hingga saat ini masih berkomitmen menjaga independensi dari KPU Kabupaten Tangerang.
Namun, kedatangan ke Sekretariat KPU Kabupaten Tangerang ini sengaja memberikan atensi atas peristiwa pelantikan serentak Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) logistik makanan terlambat datang.
“Selain itu, kami juga memberikan empat tuntutan kepada KPU Kabupaten Tangerang, yakni yang pertama tranparansi anggaran pelantikan KPPS, lalu kami ingin KPU memecat Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang, dan yang ketiga kita ingin KPU Netral. Kemudian yang terakhir kita mengutuk keras jika KPU bermain dengan pasangan calon,”ungkapnya, Jumat, 26 Januari 2024.
Kata Syaiful, kejadian keterlambatan logistik makanan kemarin, dan jika diakumulasi jelas itu merugikan uang negara.
“Sebab katanya tadi yah, itu satu bungkus logistik makanan snack awal harganya sekitar Rp 19.000. Namun melihat kondisi kemarin dirubah menjadi Rp 12.000, dan bayangkan jika dikali 63.000 KPPS berapa coba nilai kerugian uang negaranya. Sekitar 750 jutaan yah kan,”keluhnya.
Dia mengungkapkan, untuk pengadaan logistik makanan wewenang ada sekretaris KPU. Anehnya, tanggung jawab keterlambatan snack itu dialihkan ke vendor.
“Kalau snack datangnya saat acara pelantikan selesai yah buat apa, orangnya juga udah pulang, dan itu bukti keteledoran sekretaris, makanya dia harus dipecat,”cetusnya.
Sementara itu, Sekretaris KPU Kabupaten Tangerang Reva mengungkapkan, kedatangan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Tangerang ini disambut positif. Terkait keterlambatan snack, Reva meminta maaf. Dia bersama pejabat pembuat komitmen langsung melakukan inspeksi ke penyedia jasa snack tersebut.
“Terkait siapa penyelengara pengadaan makanan ringan untuk kegiatan pelantikan dan bimtek KPPS itu sudah sesuai dengan instruksi dan arahan dari KPU RI,”terang Reva.
Dia sangat menyayangkan kinerja pihak penyedia makanan ringan pelantikan dan bimtek KPPS itu. Sebab, jika tidak sanggup jangan dipaksakan. “Pelantikan KPPS kemarin itu ada 63 ribuan yang tersebar di Kabupaten Tangerang, seharusnya dia bisa mapping itu,”ucapnya.
Editor : Merwanda











