TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, menilai kerja petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sangat berat. Tenaga mereka akan terkuras saat menyelenggarakan pencoblosan dan rekapitulasi suara pada 14 Februari nanti.
Oleh sebab itu, Benyamin mengimbau kepada lurah, camat, ibu-ibu PKK, serta masyarakat di sekitar lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk membantu menyediakan makananan dan camilan bagi petugas KPPS yang sedang bekerja.
“Tolong di-support tugas KPPS. Saya bilang ke lurah, camat dan ibu-ibu PKK, anterin lah kopi dan singkong goreng aja mah. Anterin deh, makanan apa kek, cemilan-cemilan,” ujar Benyamin, Senin, 29 Januari 2024.
Benyamin mengatakan, dari simulasi pencoblosan yang telah dilakukan pada Minggu, 28 Januari 2024 lalu, ditemukan fakta mencengangkan, dimana proses pencoblosan hingga rekapitulasi suara memakan waktu lama yang dikhawatirkan menguras tenaga KPPS.
Menurut Benyamin, dari simulasi yang ada didapat waktu mencoblos bagi satu orang, sejak datang ke TPS, menunggu antrean, mencoblos di bilik suara, hingga mencelupkan tinta dibutuhkan waktu 2,3 menit.
Menurutnya, rata-rata satu TPS di Tangsel terdapat 300 pemilih. Maka, dapat diasumsikan dengan waktu mencoblos 2,3 menit, maka dibutuhkan waktu 11,5 jam bagi petugas KPPS melaksanakan pencoblosan.
“Dan itu baru waktu mencoblos, belum waktu istirahat, shalat, makan siang. Belum lagi melakukan rekapitulasi suara, bisa sampai jam dua pagi. Jadi begitu berat tugas KPPS kita, tolong kita bantu mereka,” ujar Benyamin. (*)
Editor: Agus Priwandono











