SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan melakukan skema operasi pasar apabila menjelang dan selama bulan Ramadan harga beras yang saat ini naik tak kunjung turun.
Ada pun skema operasi pasar yang disiapkan oleh Pemkot Serang adalah dengan menyiapkan bahan pangan dengan harga yang disubsidi oleh Pemerintah.
“Itu solusi atau cara yang nanti akan kami lakukan bilamana harga beras masih tinggi,” ujar Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Industri dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Kamis, 1 Februari 2024.
Menurutnya, saat ini para pedagang di pasar tradisional dan ritel memiliki langganan tetap untuk memasok beras. Pasalnya, para pedagang yang menjual beras dengan berbagai jenis mendapatkan pasokannya dari luar daerah.
“Mereka biasanya sudah punya pasar sendiri yang mengirimkan beras kepada mereka. Jadi, tidak hanya dari Bulog, tapi ada dari pihak ketiga, tapi secara stok sebetulnya aman,” katanya.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Serang, Faris Sudirman, mengatakan bahwa stok beras di gudang Bulog Sub Divre Serang mencapai 6.035 ton. Sehingga, dipastikan aman untuk membanjiri pasar dan ritel di Kota Serang.
“Stok beras kami di gudang Bulog Serang ada 6.035 ton. Insya Allah aman hingga enam bulan ke depan,” tuturnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











