SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak empat orang nelayan yang berasal dari Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang tersambar petir saat sedang melaut.
Tiga nelayan diketahui berasal dari Kampung Mamengger, Desa Kertasana dan satu orang lainnya berasal dari Kampung Karang Dalan, Desa Karang Kepuh, Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang.
Diketahui, para nelayan tersebut biasa beraktivitas mencari ikan di sekitar perairan pantai Bojonegara. Namun saat itu, kondisi dalam kondisi hujan dan disertai dengan petir.
Dalam video amatir yang beredar terlihat empat orang terbaring diatas perahu dan telah ditutupi oleh terpal. Dalam video tersebut terlihat para nelayan itu sudah dibawa menuju daratan oleh nelayan lainnya.
Kapolsek Bojonegara IPTU Putu Ari Sanjaya Putra membenarkan peristiwa naas yang terjadi tersebut. “Ya bang, nanti saya tanyakan dulu terkait penanganan kasusnya masuk pol air atau di kami,” katanya, Senin 5 Februari 2023.
Sementara itu, Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama Frans Santoso mengatakan jika ada sebanyak 7 orang nelayan yang berada di atas kapal. Dari ke tujuh orang itu empat nelayan yang tersambar petir tersebut meninggal dunia.
“Tadi pagi ada nelayan tersambar petir satu perahu ya. Itu berisi 7 orang, empat tersambar 3 selamat,” katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima, para nelayan sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
“Informasi korban sudah merapat ke tempat pelelangan ikan, sudah dibawa ke rumah masing-masing,” jelasnya.
Diketahui jika para nelayan tersebut tengah melaut di sekitaran Teluk Banten. Namun ia tidak mengetahui apakah saat itu mereka hendak berangkat ataupun mau pulang.
“Melaut di sekitar Teluk Banten nah saya belum paham apakah mau pulang ke darat atau mau berangkat tapi biasanya kalau mau pulang itu,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengimbau kepada para nelayan yang melaut pada saat cuaca ekstrem agar senantiasa berhati-hati.
“Imbauan kita agar tetap berhati-hati, melaut boleh tapi perhatikan juga kondisi seperti cuaca. Karena kondisi gelombang kan tinggi ngeri kan kalau lagi kaya gini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











