SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaksanaan operasi pasar yang digelar oleh Satgas Pangan Kabupaten Serang diserbu oleh warga yang ingin membeli beras murah. Pasalnya, saat ini kondisi harga besar di pasaran masih sangat tinggi sehingga dilakukan upaya untuk menstabilkan harga.
Kabid Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari mengatakan, operasi pasar sendiri dilakukan oleh satgas pangan Kabupaten Serang yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Bulog bersama dengan Diskoumperindag Kabupaten Serang.
“Kita didaulat untuk melaksanakan operasi pasar bersama terhadap beras dengan gabungan dari bulog dan DKPP. Diskoperindag diberikan tanggung jawab untuk pelaksanaan OP di Kecamatan Perir, Tujungteja, Tanara, Tirtayasa, Jawilan dan Kopo,” katanya di Pasar Petir, Rabu 21 Februari 2024.
Ia mengaku jika antusias warga menyambut pelaksanaan operasi pasar sangat tinggi sekali. Bahkan pihaknya sampai kehabisan stok saat berada di Petir karena tingginya animo masyarakat untuk membeli beras murah.
“Karena antusias, posisi seperti itu tidak tergambar, karena posisi operasi pasar kami pelaksanaannya mendadak. Jadi pas tadi bawa tiga ton masih kurang, makanya kita bawa kembali,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, pihaknya pun akan menambah tonase untuk setiap titik pelaksanaan operasi pasarnya. Dimana, akan membawa sebanyak 10 ton setiap titiknya. “Memang tonasena lebih banyak, minimal untuk pengalokasian tonase 10 ton per titik lokasi,” jelasnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan operasi pasar sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Nantinya akan ada sebanyak 12 kecamatan yang akan menjadi titik lokasi operasi pasar di Kabupaten Serang.
“Rencana kita di tiga hari ini pelaksanaan di 12 kecamatan. Totalnya, kalau dimaksimalkan 120 ton selama tiga hari terhitung hari ini sampai Jumat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut, per orangnya dibatasi dalam hal pembelian berasnya. Dimana setiap orang maksimal hanya boleh membeli sebanyak 10 kilogram atau 2 kemasan.
“Harga dipasaran masih Rp18 ribu. Di kita Rp53 ribu untuk lima kilo atau tepatnya 10.500 per kilo,” terangnya.
Selain sebagai upaya untuk stabilitas harga, pelaksanaan operasi pasar juga dimaksudkan untuk penyediaan stok rumah tangga menjelang bulan Ramadhan.
“Upaya kami penyediaan stok rumah tangga, jadi kita menghadapi menjelang puasa ini diharapkan ibu rumah tangga punya stok dirumahnya. Ini juga bisa menekan harga di pasaran karena kan kita banyak membanjiri,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang Warga Cijeruk bernama Neneng mengaku kecewa lantaran dirinya kehabisan stok ketika hendak membeli Beras. “Habis tadi katanya padahal udah ngantri dari pagi, udah satu jam ngantri,” jelasnya.
Ia mengaku rela datang pagi-pagi lantaran kondisi saat ini harga beras dipasaran sangat tinggi. “Mau beli beras, kan harganya mahal, kalau di sini mendingan, lebih murah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











