SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis angka inflasi Banten pada Februari 2024 2,81 persen. Inflasi Februari mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,59 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar menyebut, komoditas penyumbang inflasi terbesar yakni beras sebesar 0,28 persen, kemudian telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, dan pengharum cucian atau pelembut. BPS memperkirakan produksi beras periode Januari sampai April tahun ini mengalami penurunan.
Meskipun begitu, ia tak bisa memastikan penurunan produksi beras itu akan mempengaruhi angka inflasi atau tidak karena inflasi ditentukan oleh supply and demand. “Apabila permintaan tinggi, maka harga juga akan tinggi. Tidak pengaruh dari produksi,” terangnya.
Kata dia, kalau produksi banyak tapi permintaan sedikit, maka harga juga akan murah. Maka, harga sangat ditentukan oleh permintaan dan persediaan.
Sementara itu, lanjutnya, tingkat inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Lebak sebesar 3,76 persen dan terendah terjadi di Kota Tangerang sebesar 2,50 persen.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, angka inflasi 2,81 persen tidaklah tinggi. Sebagai pemerintah daerah, pihaknya harus menjaga keseimbangan. “Jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah,” ujarnya.
Saat terlalu rendah, ia mengaku para petani bisa memprotesnya. “Saat harga cabai tinggi, ada petani yang bertetima kasih juga karena dia akhirnya bisa beli motor. Makanya, sebagai pemerintah, kami tidak bisa terlalu tinggi maupun rendah. Kami harus menjaga keseimbangan,” tegas Al.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











