PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Momentum Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-152 diminta tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PKB, Kumaedi, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari konsep perayaan hingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi.
Kumaedi menilai peringatan hari jadi Pandeglang saat ini perlu dikemas lebih meriah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, seperti yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, dulu setiap kecamatan hingga desa diwajibkan ikut berpartisipasi dengan menampilkan budaya khas masing-masing. Keterlibatan masyarakat itu dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.
“Kalau dulu saat hari jadi Pandeglang itu meriah sekali. Setiap kecamatan diundang, bahkan diwajibkan membawa budaya masing-masing untuk ditampilkan. Itu sangat penting karena menunjukkan identitas dan kekayaan budaya Pandeglang,” kata Kumaedi, Selasa 31 Maret 2026.
Ia mengatakan, perayaan hari jadi seharusnya menjadi ruang kebersamaan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, budayawan, tokoh masyarakat, hingga pemuda.
“Kalau ingin hari jadi ini terasa hidup, semua elemen harus dilibatkan. Dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, budayawan, masyarakat, sampai pemuda harus hadir dan ikut meramaikan,” ujarnya.
Kumaedi juga menyinggung minimnya agenda besar yang dinilai mampu menghidupkan suasana perayaan hari jadi Pandeglang. Ia membandingkan dengan Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) yang disebutnya rutin digelar setiap tahun dan mampu menarik puluhan ribu pengunjung serta menggerakkan UMKM lokal.
“Saya juga aktif tiap tahun di Pesta Rakyat Cibaliung. Event itu berlangsung sampai satu bulan, bisa menyedot puluhan ribu penonton, sekaligus menghidupkan UMKM lokal lewat berbagai kegiatan dan karya kreatif. Sangat disayangkan kalau Pandeglang tidak punya event besar yang meriah,” katanya.
Selain soal perayaan, Kumaedi juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi kemajuan daerah. Menurut dia, infrastruktur merupakan jembatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, visi besar pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal jika kondisi infrastruktur dan pendapatan asli daerah (PAD) tidak diperkuat.
“Infrastruktur itu adalah kewajiban dan jembatan dari segala kemajuan daerah. Mau punya visi setinggi apa pun, kalau PAD tidak meningkat dan infrastruktur tidak diperhatikan, ya akan sulit berkembang,” ujarnya.
Kumaedi menilai salah satu tantangan besar yang dihadapi Pandeglang saat ini adalah masih minimnya investor yang masuk.
Karena itu, ia mengajak semua pihak, baik pemerintah, DPRD, masyarakat, akademisi, maupun kalangan media, untuk bersama-sama menciptakan iklim daerah yang aman dan nyaman agar investor tertarik menanamkan modal di Pandeglang.
“Investor itu harus kita datangkan sebanyak-banyaknya. Tapi syaratnya daerah ini harus aman, nyaman, dan memberikan rasa percaya. Kalau daerahnya tidak kondusif, tentu investor akan berpikir ulang. Harapannya pemerintah punya semangat membangun daerah ini, terutama di bidang kebudayaan, seni, dan masyarakat. Kalau perlu, semua unsur di daerah ikut diwajibkan hadir memeriahkan hari jadi Pandeglang,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











