SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuka peluang investasi untuk pengelolaan dua bendungan terbesar di Banten. Yakni, Bendungan Karian di Kabupaten Lebak dan Bendungan Sindangheula di Kabupaten Serang.
Bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung ini memiliki kapasitas tampung sebesar 317 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 1.734 hektare.
Bendungan Karian memiliki fungsi utama sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Bendungan ini juga berfungsi untuk pengendali banjir, sumber irigasi, dan pariwisata.
Adapun potensi lingkup investasi dari proyek ini meliputi pengembangan Sistem penyediaan air minum (SPAM) Regional Karian Timur dengan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Penyediaan infrastrukturnya mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), Mekanikal elektrikal, dan Jaringan Distribusi Utama (JDU). Kapasitas yang mampu menampung debit air sekitar 1.850 liter/detik, SPAM Regional Karian Timur diproyeksikan menelan biaya belanja (capex) senilai Rp 2,32 triliun. Sebagian dana itu, sekitar Rp 756 miliar di antaranya masuk dalam skema KPBU,” ujar Vigrojanti, Senin, 4 Maret 2024.
Sementara, Bendungan Sindangheula terletak di Kecamatan Pabuaran. Memiliki kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik dan dapat memberikan manfaat pengairan irigasi bagi kurang lebih 1.289 hektare sawah.
“Bendungan senilai Rp 358,13 miliar itu memiliki fungsi utama sebagai sumber irigasi untuk mengairi sawah dan sumber air baku hingga mampu mengaliri sebanyak 800 liter per detik. Selain itu, juga berfungsi untuk pengendalian banjir dengan kemampuan mereduksi potensi banjir hingga 50 meter kubik per detik maupun dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata,” tuturnya.
Adapun peluang investasi yang ditawarkan di bendungan ini adalah pengembangan SPAM Regional Sindangheula, termasuk intake dan pipa transmisi air baku, Instalasi Pengolahan Air (IPA), serta pipa jaringan distribusi utama mencapai 72,8 kilometer.
“SPAM Regional Sindangheula dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sumber air berasal dari Bendungan Sindangheula. Perencanaan distribusi air mencakup 12 titik offtake,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











