RADARBANTEN.CO.ID – Usaha daycare rumahan semakin diminati seiring meningkatnya jumlah orang tua bekerja yang membutuhkan tempat penitipan anak yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Selain menawarkan suasana yang lebih hangat layaknya di rumah, daycare rumahan juga dinilai lebih terjangkau dibandingkan penitipan anak berskala besar.
Dikutip dari laman resmi Pegadaian pada Minggu, 24 Mei 2026, berikut beberapa cara memulai usaha daycare rumahan yang bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan.
1. Lakukan Riset Pasar dan Analisis Kebutuhan
Langkah pertama adalah melakukan riset pasar di lingkungan sekitar. Cari tahu apakah terdapat banyak keluarga muda atau pasangan bekerja di area tersebut.
Perhatikan juga kompetitor daycare di sekitar lokasi. Pelajari tarif, fasilitas, serta layanan yang mereka tawarkan agar usaha daycare rumahan milikmu memiliki keunggulan tersendiri.
2. Susun Rencana Bisnis yang Jelas
Rencana bisnis penting agar usaha berjalan lebih terarah. Beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain target pasar, konsep daycare, biaya operasional, strategi promosi, hingga target pendapatan bulanan.
Dengan business plan yang matang, pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha akan lebih mudah dilakukan.
3. Urus Legalitas dan Perizinan
Legalitas menjadi aspek penting dalam bisnis penitipan anak. Pastikan kamu mengurus izin usaha sesuai aturan yang berlaku di daerah masing-masing.
Perizinan yang lengkap dapat meningkatkan kepercayaan orang tua sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi usaha yang dijalankan.
4. Siapkan Lokasi dan Fasilitas yang Aman
Lokasi daycare harus bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak. Jika menggunakan rumah pribadi, pastikan area bermain memiliki sistem keamanan yang memadai.
Beberapa fasilitas yang sebaiknya tersedia antara lain, area bermain anak, ruang tidur siang, kamar mandi ramah anak, mainan edukatif, peralatan makan anak, dan CCTV untuk keamanan.
5. Rekrut Pengasuh yang Kompeten
Pengasuh menjadi faktor utama dalam usaha daycare rumahan. Pilih staf yang sabar, ramah, dan menyukai anak-anak.
Jika memungkinkan, rekrut pengasuh yang memiliki pengalaman di bidang PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau pernah mengikuti pelatihan pengasuhan anak.
6. Tentukan Harga Layanan
Penentuan harga layanan harus disesuaikan dengan fasilitas dan target pasar. Pastikan tarif yang ditetapkan sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.
Kamu juga bisa menyediakan beberapa pilihan paket, seperti full day, half day, harian, dan mingguan.
Sistem paket dinilai dapat memudahkan orang tua memilih layanan sesuai kebutuhan mereka.
Editor: Mastur Huda










