SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Saat Ramadan, banyak masyarakat Kota Serang yang memburu camilan atau takjil untuk berbuka puasa.
Salah satu tempat yang bisa dicari untuk memburu takjil oleh masyarakat Kota Serang adalah Serang Plaza yang berada di Pasar Lama, Kota Serang.
Tempat ini merupakan pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk para pedagang musiman selama bulan Ramadan.
Hal ini dilakukan agar para pedagang musiman itu tidak berjualan di sepanjang bahu jalan, yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dan mengatur tenant yang akan digunakan para pedagang musiman selama bulan Ramadan.
“Kami sudah mengatur ploting areanya agar lebih tertib dan rapih. Kami juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk segala persiapan dan biasanya pedagang juga berasal dari masyarakat Pasar Lama. Nanti kami akan menempatkan sebanyak 84 pedagang musiman di bulan Ramadan ini,” kata Wahyu saat ditemui di Pasar Lama, Kota Serang, Kamis, 14 Maret 2024.
Wahyu menuturkan, para pedagang itu akan dikenakan biaya sebesar Rp 420 ribu dalam waktu satu bulannya, di luar pungutan-pungutan liar lainnya.
“Kalau sekarang mereka cukup bayar yang dipungut oleh Pemerintah aja Rp 420 ribu totalnya untuk kebersihan, salar pasar, sewa tempat ini, sama keamanan,” tuturnya.
Wahyu mengaku, penyediaan tempat tersebut agar para pedagang tidak berjualan di sempadan jalan yang diperuntukan untuk lahan parkir.
Pasalnya, kata dia, selama ini banyak masyarakat yang mengeluh kemacetan dan kesulitan untuk parkir ketika mengunjungi Pasar Lama.
“Makanya, kami siapkan tempat di area Serang Plaza, jadi tidak mengganggu tempat parkir. Kami melarang pedagang berjualan di bahu jalan. Tentunya tidak akan mengganggu pasar kuliner malam,” katanya.
Dia berharap, dengan adanya aturan baru dari Pemkot Serang itu dapat membuat para pedagang tetap nyaman, dan menata Kota Serang agar kembali lebih baik.
“Harapannya para pedagang untung semua, pembelinya rame. Terus juga pada sehat semua pedagangnya, retribusinya juga bisa membantu untuk pembangunan Pemerintah Kota Serang,” ucapnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











