CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda dalam dua minggu terakhir, membuat layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon terganggu.
Menyikapi hal itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, Benny Nurdin Yusuf menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk membuka dua opsi layanan penyeberangan di saat cuaca buruk yakni penutupan sementara pelabuhan atau melakukan pengoperasian pelabuhan secara hati-hati dengan melihat kondisi situasi di lapangan.
“Ada dua opsi yang pertama penutupan sementara di pelabuhan, atau pengoperasian dengan hati-hati melihat kondisi di lapangan,” katanya saat dikonfirmasi usai melakukan rapat koordinasi dan penanganan arus mudik Lebaran 2024 pada lintas penyeberangan Merak–Bakauheni, Kamis 14 Maret 2024.
Kata dia, kebaikan itu dilakukan jika pihak BMKG telah mengeluarkan peringatan satu, dua, dan tiga. Hal itu, demi keselamatan penyebrangan bagi para penumpang.
“Jadi ketika terjadi cuaca buruk kita melakukan koordinasi dengan BMKG disitu kan ada PD1,PD2, PD3. Kalau sudah PD3 artinya itu sudah dua opsi bisa kita lakukan penutupan sementara atau bisa juga operasional kan secara hati-hati dengan melihat kondisi yang ada,” katanya.
Untuk itu, dirinya berharap, pengguna jasa yang bakal melakukan penyebaran dapat memahami ketika terjadi keterlambatan dalam penyebrangan. Hal itu lantaran adanya penutupan pelabuhan atau penundaan keberangkatan kapal karena terjadi cuaca buruk.
“Terpaksa dilakukan itu, demi kenyamanan dan keselamatan penyebrangan penumpang saat kondisi cuaca buruk terjadi,” ujarnya.
Seperti diketahui, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini pada 7 Maret 2024 lalu,akibat ketinggian gelombang di Selat Sunda Bagian Utara yang mencapai 1,5 hingga 4 meter, sehingga dikhawatirkan membahayakan untuk aktivitas penyebrangan.
Akbat kondisi cuaca buruk ini, Asdp sesuai instruksi BPTD melakukan penutupan dua Dermaga yang beroperasi di Pelabuhan Merak dan hanya mengoperasikan empat Dermaga tanpa menggunakan side rampung kapal. (*)
Reporter: Raju
Editor: Abdul Rozak











